Perpustakaan SMK Negeri 1 Gondang melayani peminjaman dan pengembalian buku secara terpusat melalui petugas, sehingga sering terjadi antrean panjang pada jam pelajaran dan istirahat, sementara jumlah petugas yang terbatas tidak sebanding dengan jumlah anggota. Permasalahan tersebut memunculkan kebutuhan akan sistem yang memungkinkan anggota melakukan transaksi sirkulasi secara mandiri tanpa harus bergantung pada petugas perpustakaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul layanan mandiri pada aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS) versi 9.7.2 Bulian yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, dengan pendekatan User-Centered Design (UCD) berdasarkan ISO 9241-210 melalui empat tahapan, yaitu understand context of use, specify user requirements, produce design solutions, dan evaluate designs against requirements. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah anggota Perpustakaan SMK Negeri 1 Gondang, dengan sampel sebanyak 30 responden yang terdiri dari petugas perpustakaan, guru atau staf, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, studi dokumentasi, dan kuesioner System Usability Scale (SUS) yang berisi 10 pernyataan dengan skala Likert 1 sampai 5. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata skor, distribusi grade, dan persentase pola jawaban responden. Hasil pengujian menunjukkan skor SUS rata-rata sebesar 74,5 yang termasuk kategori Good dengan grade B, sehingga sistem yang dikembangkan layak digunakan dengan perbaikan minor pada aspek pembelajaran awal sistem (33,3%) dan kebutuhan pendampingan teknis (13,3%). Berdasarkan hasil tersebut, sistem layanan mandiri yang dikembangkan terbukti dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar pengguna dengan kategori usability yang baik, sehingga dapat memberikan pelayanan di Perpustakaan SMK Negeri 1 Gondang yang lebih baik dari sebelumnya.