Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Edukasi Pemanfaatan Labu Kuning (Cucurbita Moschata Duch.) Sebagai Nutraseutikal Di Desa Sempalwadak Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang Ika Nuraini; Devanus Lahardo
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i2.3878

Abstract

Labu kuning merupakan bahan pangan lokal yang kaya akan ?-karoten, serat pangan, vitamin, dan berbagai senyawa bioaktif yang berperan sebagai antioksidan. Kandungan tersebut berpotensi mendukung kesehatan, khususnya dalam menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menurunkan risiko penyakit degeneratif. Pemanfaatan labu kuning sebagai nutraseutikal masih belum optimal, terutama dalam bentuk edukasi kesehatan berbasis bukti ilmiah di tingkat masyarakat. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi gizi dan kesehatan kepada masyarakat, namun masih terbatas pengetahuannya mengenai potensi nutraseutikal labu kuning. Kader kesehatan di Desa Sempalwadak belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai kandungan senyawa bioaktif dan manfaat labu kuning dalam pencegahan penyakit degeneratif pada usia lanjut. Tujuan kegiatan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader kesehatan mengenai pemanfaatan labu kuning sebagai  nutraseutikal untuk mendukung kesehatan dan membantu kader kesehatan untuk dapat menyampaikan edukasi dengan baik melalui media yang ringkas dan mudah dipahami. Solusi yang ditawarkan meliputi penyuluhan dan edukasi terstruktur mengenai konsep nutraseutikal, kandungan gizi labu kuning, serta perannya dalam upaya promotif dan preventif penyakit degeneratif serta memberikan media edukasi dan melakukan simulasi atau role play. Kegiatan pengabdian dilaksanakan sebanyak tiga kali yang diisi dengan pemberian materi tentang peran labu kuning sebagai nutraseutikal, pemberian media edukasi berupa booklet dan simulasi pemberian materi. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader kesehatan. Hasil evaluasi kognitif menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dengan nilai rata-rata N-gain adalah  0,95. Evaluasi performance assessment berupa role play menunjukkan kategori sangat baik.