Nyeri punggung bawah (LBP) adalah gangguan muskuloskeletal umum yang dialami oleh pengemudi ojek online akibat jam kerja yang panjang, postur duduk statis, dan tingkat kelelahan kerja yang tinggi. Kondisi ini dapat memengaruhi daerah punggung bawah, melibatkan otot dan saraf, dan dapat menjalar ke ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, kebiasaan merokok, riwayat trauma tulang, postur kerja, durasi kerja, dan tingkat kelelahan kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah di kalangan pengemudi ojek online di daerah Tembalang. Desain penelitian cross-sectional digunakan dengan melibatkan 64 responden yang dipilih menggunakan metode sampling fungsi waktu linier. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur. Instrumen penelitian meliputi kuesioner, Survei BRIEF untuk menilai postur kerja batang tubuh, Skala Analog Visual (VAS) untuk mengukur intensitas nyeri punggung bawah subjektif, dan dokumentasi fotografi untuk mendukung pengamatan postur selama aktivitas berkendara. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil menunjukkan bahwa 43,7% responden mengalami nyeri punggung bawah intensitas rendah, sedangkan 56,3% melaporkan nyeri intensitas tinggi. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p = 0,039), durasi kerja (p = 0,038), dan tingkat kelelahan kerja (p = 0,009) secara signifikan berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah. Sebaliknya, kebiasaan merokok (p = 0,976), riwayat trauma tulang (p = 0,795), dan postur kerja (p = 0,208) tidak secara signifikan berhubungan dengan nyeri punggung bawah. Kesimpulannya, usia, durasi kerja yang lama, dan kelelahan kerja merupakan faktor kunci yang berhubungan dengan nyeri punggung bawah di kalangan pengemudi ojek online. Strategi pencegahan harus berfokus pada pengaturan jam kerja, pengelolaan kelelahan kerja, penerapan istirahat aktif, dan mendorong latihan peregangan secara teratur untuk mengurangi ketegangan muskuloskeletal.