Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketidakpastian permintaan, sistem pengemasan manual, dan kompetensi sumber daya manusia terhadap ketahanan rantai pasok dengan fleksibilitas operasional sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory survey terhadap 110 responden di PT Songgolangit Persada. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpastian permintaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap fleksibilitas operasional (p-value = 0,000), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap ketahanan rantai pasok (p-value = 0,758). Sistem pengemasan manual berpengaruh positif dan signifikan terhadap fleksibilitas operasional (p-value = 0,000), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap ketahanan rantai pasok (p-value = 0,097). Kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap fleksibilitas operasional (p-value = 0,009) dan ketahanan rantai pasok (p-value = 0,003). Fleksibilitas operasional juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan rantai pasok (p-value = 0,000). Selain itu fleksibilitas operasional terbukti mampu memediasi pengaruh ketidakpastian permintaan, sistem pengemasan manual, dan kompetensi sumber daya manusia terhadap ketahanan rantai pasok dengan nilai p-value masing-masing sebesar 0,002; 0,005; dan 0,023. Penelitian ini menunjukkan bahwa fleksibilitas operasional menjadi faktor penting dalam meningkatkan ketahanan rantai pasok perusahaan.