Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PRODUCTION OF YELLOW WOOD ROOT TEA AS A BLOOD SUGAR STABILIZER Fatmawati Fatmawati; M Athiah; S Sinulingga; L.O Oswari; Safyudin Safyudin
Conferences of Medical Sciences Dies Natalis Vol. 3 No. 1 (2021): Conference of Medical Sciences Dies Natalis Faculty of Medicine Universitas Sri
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.338 KB)

Abstract

Diabetes mellitus is a disease or metabolic disorder that is increasing year by year, characterized by high blood sugar levels as a result of insulin function insufficiency. Diabetes mellitus, which is often referred to as diabetes, is a disease or metabolic disorder that is increasing year by year, characterized by high blood sugar levels as a result of insulin function insufficiency. Treatment is by using drugs. Currently, a treatment using herbal medicine is being developed, one of which is Kayu kuning, where in previous studies it was found that the roots of Kayu kuning can reduce blood glucose levels. This has triggered the Biochemistry and Medical Chemistry section of the Faculty of Medicine to introduce to the public the preparations of this herbal medicine with ready-to-use packaging and the right dosage. The process of making tea is carried out at the Chemical Basic Medicine Laboratory, Faculty of Medicine, Sriwijaya University. About 5.6 kg of yellow wood root, washed and cut into small pieces then dried and ground to obtain a coarse powder (simplicia) of about 2.5 kg. Yellow wood root simplicia is put into tea bags weighing 10 g per bag. One tea bag can be brewed with 200 mL of hot water and drunk once a day. In this service, 250 tea bags were produced which were packaged in 50 packages (5 tea bags/package). The production of this yellow wood root tea has been carried out in the Komplek Azhar Lama, Kenten Laut, Palembang. Keywords: Herbal medicine, yellow root (Arcangelisia flava)
HUBUNGAN ANTARA GEJALA KLINIS DAN LOKASI PERLENGKETAN LESI PADA PENDERITA ENDOMETRIOSIS Qherine Bhelqis; Hartati Hartati; Fatmawati Fatmawati; Firmansyah Seta Basyir; Rara Inggarsih
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I2.19953

Abstract

Endometriosis merupakan kondisi kronik dimana terjadi implantasi jaringan fungsional endometrium di luar kavum uterus.Diagnosis endometriosis cukup sulit dan sering tidak terdeteksi dalam waktu lama sehingga penelitian ini bertujuan untuk membantu penegakkan diagnosis lebih cepat karena dapat memperkirakan lokasi lesi lebih awal. Penelitian ini berjenis observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel berjumlah 102 pasien. Lokasi perlengketan terbanyak berada di uterus sebanyak 54 pasien (52,9%) dan gejala klinis yang paling banyak adalah dismenore yaitu sebanyak 71 pasien (69,6%).  Hubungan gejala dismenore dengan lokasi perlengketan di uterus didapatkan nilai p sebesar 0,732 dan hubungan gejala dispareunia dengan lokasi perlengketan di cul de sac didapatkan nilai p sebesar 0,525. Sedangkan penelitian tentang hubungan antara gejala klinis diskezia dengan lokasi di rektum menghasilkan nilai p value 0,031 dan nilai PR 10,90 (95% CI 1,19 – 99,78). Tidak ada hubungan yang bermakna antara gejala klinis dismenore dengan letak perlengketan di uterus dan hubungan antara gejala klinis dispareunia dengan letak perlengketan di cul de sac. Namun, terdapat hubungan antara gejala klinis diskezia dan lokasi perlengketan di rektum.
Determination of Secondary Compounds in Extracts from Catfish (Pangasius sp) Siti Rusdiana Puspa Dewi; Sadakata Sinulingga; Fatmawati Fatmawati; Maharani Natasya; Siti Devita Utami; Putra Ramadhan Algiffary Irianto Dunda
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 21 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v21i1.1009

Abstract

Ikan patin (Pangasius sp.) umumnya dijumpai pada perairan air tawar di Indonesia, seperti di Sumatera dan Kalimantan. Di Sumatera Selatan, ikan jenis ini digunakan sebagai salah satu kuliner seperti pindang dan brengkes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia metabolit sekunder dari ekstrak ikan patin (Pangasius sp.). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi deskriptif dengan menggunakan ekstrak yang diperoleh dari kulit, tulang, dan daging ikan patin. Ekstrak yang digunakan adalah ekstrak dari pelarut etanol, etil asetat, dan n-heksana dengan proses maserasi dan akudes dengan proses infusa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ekstrak etanol, kulit ikan mengandung alkaloid, saponin, dan steroid; pada tulang mengandung flavonoid dan saponin; pada daging mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid. Pada ekstrak etil asetat, kulit dan tulang ikan mengandung alkaloid; sedangkan pada daging mengandung flavonoid dan steroid. Pada ekstrak n-heksana, kulit ikan mengandung alkaloid dan steroid; tulang ikan mengandung alkaloid; dan daging ikan mengandung saponin dan terpenoid. Pada akuades, kulit ikan mengandung alkaloid, saponin, tanin, dan steroid; tulang ikan mengandung alkaloid; danging ikan mengandung alkaloid, flavoid, dan saponin. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Pangasius sp. memiliki metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, dan steroid.
The Effectiveness of Cinnamon extract (Cinnamomum burmannii) to reducing ureum level in male Rattus norvegicus Unilateral Ureteral Obstruction (UUO) model Evi Lusiana; Theodorus Theodorus; Nita Parisa; Fatmawati Fatmawati; M. Ivan Pratama
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 5 No. 1 (2022): Vol 5, No 1, 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/SJM.v5i1.112

Abstract

Cinnamon extract's effectiveness as a renoprotective has not been previously investigated due to its widespread use in daily life, either as a cooking ingredient or as a herb. The aim of this study is to determine the effectiveness extract of cinnamon (Cinnamomum burmannii) as a renoprotective in lowering urea levels in the kidneys. An in vivo experimental study with a pre-post test and control group design was conducted at the Faculty of Medicine's Animal House and Biotechnology Laboratories. Male white rats (Rattus norvegicus) were used as the research subjects. Thirty rat were divided into five groups: negative control, positive control, cinnamon extract at 50 mg/kgBW, 100 mg/kgBW, and 200 mg/kgBW. The data were processed using SPSS 22.0. Cinnamon extract doses of 100 mg/kgBW and 200 mg/kgBW were the most effective in reducing urea levels and suspending the progression of the renal fibrosis process in Wistar male white rats with unilateral ureteral obstruction (UUO) model.
Persepsi Ibu Tentang Susu Formula dan Model Pemberian Susu Formula Pada Anak Bawah Dua Tahun Muhammad Rusdi; Ardesy Melizah Kurniati; Ella Amalia; Syarif Husin; Fatmawati Fatmawati
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 4 No. 3 (2021): Vol 4, No 3, 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/SJM.v4i3.122

Abstract

Air susu ibu (ASI) direkomendasikan untuk terus diberikan bersama dengan makanan pendamping ASI hingga anak berusia dua tahun. Terdapat beberapa indikasi medis sehingga anak harus mendapatkan susu formula pada rentang usia tersebut. Namun, banyak ibu yang memberikan susu formula tanpa alasan indikasi medis. Belum diketahui apakah keputusan memberikan susu formula tersebut dipengaruhi persepi ibu tentang susu formula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi ibu tentang susu formula, model pemberian susu formula, dan hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik dengan desain potong lintang, pada populasi ibu yang memiliki anak di rentang usia 6-24 bulan yang terdaftar di Puskesmas wilayah kerja Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan metode consecutive sampling hingga mencapai 96 responden. Ibu yang memberikan susu formula tanpa indikasi medis dan bersedia berpartisipasi selanjutnya diwawancarai. Sebanyak 70,8% responden memiliki persepsi negatif terhadap susu formula. Sebagian besar memberikan susu formula secara parsial (75%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak adanya hubungan antara persepsi ibu tentang susu formula dan model pemberian susu formula (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara persepsi ibu tentang susu formula dengan pemberian susu formula pada anak bawah dua tahun di Kecamatan Ilir Timur II Palembang.
Analisis GC-MS Senyawa Aktif Dan Aplikasi Dalam Ekstrak Etanol Daun Simpur Air (Dillenia Suffruticosa L.) Dita Ardianti; Irfanuddin Irfanuddin; Fatmawati Fatmawati; Salmi Salmi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11139

Abstract

Daun simpur air  (Dillenia Suffruitcosa L.) secara tradisional telah banyak digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti diare, demam, rematik, penyembuhan luka dan menghamat pertumbuhan sel kanker. Tanaman ini juga berpotensi menjadi sumber pengembangan produk kesehatan modern dengan berbagai metabolit sekunder yang memberikan kontribusi signifikan terhadap manfaat kesehatan, seperti flavonoid dan alkaloid, dengan sifat antioksidan dan antibakteri yang mendukung kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif dalam daun simpur air yang di ekstraksi menggunakan etanol 96%. Analisis dilakukan dengan menggunakan GC-MS untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan menentukan struktur dan berat molekul senyawa. Identifikasi senyawa ekstrak etanol daun simpur air (Dillenia Suffruiticosa L) dengan GC-MS ditemukan 17 senyawa dengan enam senyawa dominan yaitu n-Hexadecanic Acid; γ-sitosterol; Neophytadine; Sitosterone; Octadecadienoic; dan Phytol. Ekstrak etanol daun simpur air (Dillenia Suffruiticosa L.) berpotensi untuk dikembangkan tanaman obat karena kandungan ekstrak memiliki berbagai aktivitas biologis yang bermanfaat seperti antiinflamasi, antioksidan, antikanker, antidiabetik, antibakteri, dan antijamur