Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN BRANDING USAHA JAHIT MIKRO: STUDI PENDAMPINGAN IDENTITAS MEREK DAN PEMASARAN DIGITAL PADA BULAN EMPAT TEXTILE DI KOTA PANGKALPINANG Sheilla Amanda Putri; Alfiany Alim Imro'ah; Asrie Dyah; Sriayu Saputri Situmeang; Anjaka Ray Gucchi
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i4.11911

Abstract

Usaha jahit skala mikro merupakan salah satu penopang perekonomian lokal yang masih menghadapi hambatan struktural berupa lemahnya identitas merek dan minimnya pemanfaatan media pemasaran digital. Kondisi ini juga dijumpai pada Bulan Empat Textile, usaha jahit mikro di Kota Pangkalpinang, yang telah memiliki keterampilan menjahit mumpuni namun belum memiliki nama usaha, logo, dan strategi promosi yang terstruktur sehingga jangkauan pasarnya masih bergantung pada pelanggan lama. Artikel ini bertujuan menganalisis proses dan dampak kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan penguatan branding pada mitra tersebut. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan participatory action research yang mencakup enam tahapan, yaitu sosialisasi konsep branding, identifikasi nilai jual usaha, perancangan nama dan logo, penyusunan slogan, pelatihan pemanfaatan media sosial, serta pendampingan evaluatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan instrumen evaluasi sebelum-sesudah, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan rujukan teori Resource-Based View, Brand Equity, dan Signaling Theory. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra berhasil memiliki identitas usaha yang utuh, yaitu nama "Bulan Empat Textile", logo berinisial B4 dengan palet warna Midnight Black dan Pearl Grey, serta slogan "Berkualitas di Setiap Cerita", yang kemudian diterapkan pada label, kemasan, dan akun media sosial usaha. Perubahan ini disertai peningkatan kepercayaan diri mitra dalam mempromosikan produknya serta pemahaman yang lebih baik mengenai konsistensi visual sebagai modal membangun kepercayaan konsumen. Temuan ini memperkuat argumen bahwa branding sederhana namun konsisten mampu meningkatkan profesionalisme dan daya saing usaha mikro berbasis jasa jahit, sekaligus menjadi model pendampingan yang dapat direplikasi pada UMKM sejenis di wilayah kepulauan