Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinants of Pregnant Women’s Compliance with the Triple Elimination Programme in Bandung City, Indonesia Reynie Purnama Raya; Santi Nur Holizah; Bhekti Imansari
Journal of Public Health Sciences Vol. 5 No. 02 (2026): In Press - Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.001350

Abstract

The Triple Elimination Programme was first introduced in 2017 to standardise screening for pregnant women nationwide. Moving into 2025, however, coverage rates in several regions—including Bandung City—remain below national targets, pointing to an ongoing struggle with programme compliance. This study examined the association between knowledge, information sources, and family support with pregnant women’s compliance in the Triple Elimination programme. A cross-sectional study was conducted among 132 pregnant women attending health facilities in Arcamanik Sub-district, Bandung City. Participants were selected using purposive sampling, and data were collected using structured questionnaire. Univariate analyses described the frequency and distribution of variables, whilst bivariate analyses using Chi-squared and Mantel-Haenszel odds ratio (95% CI) assessed associations between knowledge, information sources, and family support with the pregnant women’s compliance. The results showed that most respondents had high knowledge (66.7%), adequate access to information (71.2%), and positive family support (67.4%), while 56.1% were compliant with the programme. Knowledge (OR [95% CI] = 10.99 [4.59–26.32], p<0.01), information sources (5.97 [2.57–13.87], p<0.01), and family support (15.66 [6.10–40.18], p<0.01) were all significantly associated with compliance, with family support being the strongest determinant. These findings highlight the importance of involving families in health education to strengthen pregnant women’s participation and improve the success of the Triple Elimination Programme.
EDUKASI PENGURANGAN NYERI PASKA SEKSIO CESAREA MENGGUNAKAN TERAPI MUROTAL AL MULK Giari Rahmilasari; Reynie Purnama Raya; Alfiani Putri Budiman; Afni Nurzaeniah
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i4.11052

Abstract

Permasalahan yang timbul pada ibu bersalin secara SC diantaranya keterbatasan aktivitas fisik karena pengaruh anestesi, dan ketidaknyamanan bergerak karena nyeri yang disebabkan proses pembedahan, yang menyebabkan pemenuhan kebutuhan diri (Activity of Daily Living) terganggu, respon ibu dan bayi (bonding attachment) berkurang, sehingga ASI tidak dapat diberikan optimal. Pendekatan asuhan dari sudut pandang psikososial (kepercayaan) dirasa penting terutama karena Indonesia memiliki cakupan umat muslim yang terbanyak (90%). Murotal Surat Al Mulk meningkatkan hormon endorphin sehingga dapat menurunkan efek nyeri post SC, utamanya pada penurunan intensitas nyeri pasien 6 jam pasca seksio sesaria di RSUD Kota Bandung (p-value= 0,048). Metode pelaksanaan dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada bidan yang berada di Ruang Aster RSUD Kota Bandung, sebagai ruang rawat nifas post SC. Hadir 58,82% dari total bidan, dan 1 orang dari tim promkes. Hasilnya, ruang Aster RSUD Kota Bandung dipasang TV dan audio yang terhubung seluruh ruangan dengan diperdengarkan surat Al Mulk, dan peningkatan pengetahuan sebanyak 17,5% yaitu dari 72,5% menjadi 90%. Seluruh indikator menunjukkan keberhasilan pelaksanaan pengmas, sehingga dengan tingginya angka SC di RSUD Kota Bandung, diharapkan dapat berkurang nyerinya dengan pelaksanaan kegiatan ini, dan meningkatkan kemampuan ADL ibu post SC, sehingga ASI juga dapat diberikan secara optimal.