Limbah kopi merupakan salah satu limbah organik yang jumlahnya terus meningkat seiring tingginya konsumsi kopi masyarakat, namun pemanfaatannya di lingkungan pondok pesantren masih sangat terbatas. Desa Wonodadi, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal merupakan salah satu desa penghasil kopi yang menjadikan permasalahan limbah kopi semakin relevan untuk diangkat sebagai program pengabdian. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahesa yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Semarang, dengan tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada santriwati mengenai pengolahan limbah kopi menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomis. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 2 Juli 2026, pukul 08.00–10.00 WIB, bertempat di Pondok Pesantren Yanbu'ul Huda, Desa Wonodadi, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, dan diikuti oleh 25 santriwati. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan empat produk olahan limbah kopi, yaitu lilin aromaterapi kopi, sabun cuci piring kopi, pupuk organik kopi, dan jelly kopi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa santriwati mampu memahami dan mempraktikkan tahapan pembuatan keempat produk dengan baik, ditunjukkan melalui keterlibatan aktif selama proses pelatihan serta keberhasilan seluruh kelompok dalam menghasilkan produk akhir. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian santriwati terhadap pengelolaan limbah organik sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokal kopi di lingkungan pondok pesantren.