Perencanaan kebutuhan air irigasi yang akurat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan produksi pertanian, terutama di tengah perubahan iklim yang memengaruhi pola curah hujan dan ketersediaan air. Penelitian ini bertujuan menghitung evapotranspirasi referensi (ETo), menganalisis kebutuhan air tanaman (ETc), menghitung hujan efektif, menentukan kebutuhan air irigasi, serta menyusun jadwal irigasi pada Daerah Irigasi Empelu Kabupaten Muara Enim menggunakan perangkat lunak CROPWAT 8.0. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan data iklim bulanan, curah hujan, karakteristik tanah, dan data tanaman yang diperoleh dari Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, kemudian dianalisis menggunakan metode FAO Penman–Monteith dan simulasi CROPWAT. Analisis ketersediaan air juga dilakukan menggunakan metode F.J. Mock sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai evapotranspirasi referensi berkisar antara 2,70–3,34 mm/hari dengan rata-rata 3,13 mm/hari. Kebutuhan air tanaman dipengaruhi oleh perubahan koefisien tanaman pada setiap fase pertumbuhan, sedangkan hujan efektif mencapai sekitar 77% dari curah hujan tahunan sehingga mampu mengurangi kebutuhan air irigasi pada musim hujan. Simulasi CROPWAT menghasilkan estimasi kebutuhan air irigasi dan jadwal pemberian air yang lebih rinci sesuai kondisi iklim, tanah, dan tanaman. Integrasi analisis hidrologi menggunakan metode F.J. Mock dengan simulasi CROPWAT memberikan informasi yang komprehensif mengenai keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air sehingga dapat mendukung pengelolaan irigasi yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan di Daerah Irigasi Empelu.