Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Penanganan Gangguan Tidur Pada Keluarga Tn.S Di RT 05 / RW 20 Padukuhan Baturan Lor Kalurahan Trihanggo Gamping Sleman Yogyakarta Fauzul Hakim; Suratini
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1510

Abstract

Gangguan tidur merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat dan dapat menurunkan kualitas hidup, produktivitas, serta kesehatan fisik maupun psikologis. Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai penyebab, pencegahan, dan penatalaksanaan gangguan tidur menyebabkan masalah sering tidak tertangani secara optimal. Peran perawat keluarga sangat penting dalam meningkatkan kemampuan keluarga mengenali masalah kesehatan, mengambil keputusan, melakukan perawatan, memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga pada keluarga Tn. S dengan masalah gangguan tidur melalui pendekatan proses keperawatan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah keluarga Tn. S yang bertempat tinggal di RT 05/RW 20 Padukuhan Baturan Lor, Kalurahan Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi selama beberapa kali kunjungan rumah. Hasil pengkajian menunjukkan keluarga mengalami gangguan tidur yang dipengaruhi oleh kecemasan, stres, kurangnya pengetahuan mengenai manajemen gangguan tidur, serta belum optimalnya penerapan perilaku hidup sehat. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif (D.0115). Intervensi keperawatan difokuskan pada edukasi kesehatan mengenai gangguan tidur, dukungan koping keluarga, manajemen stres, sleep hygiene, modifikasi lingkungan tidur, serta peningkatan pemanfaatan fasilitas kesehatan. Setelah dilakukan implementasi, keluarga menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai gangguan tidur, mampu menjelaskan penyebab dan cara penanganannya, mulai menerapkan kebiasaan tidur yang lebih sehat, mampu mengidentifikasi faktor yang mengganggu tidur, serta lebih aktif memanfaatkan pelayanan kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan. Penerapan asuhan keperawatan keluarga melalui edukasi kesehatan, dukungan koping keluarga, dan penerapan sleep hygiene efektif meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengelola gangguan tidur. Pendekatan keperawatan keluarga dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kemandirian keluarga untuk mempertahankan status kesehatan dan mencegah komplikasi akibat gangguan tidur.
Multimodal Education and Simulation Training for Emergency Response Knowledge among ‘Aisyiyah Cadres Merita Arini; Ekorini Listiowati; Al Afik; Harumi Iring Primastuti; Suratini; Nina Dwi Lestari; Zubaida Rohmawati; Bima Ananta Putra; Habib Laksmana Prima; Fitri Andriyani; Miura Ayudini Kuswara; Zahra Nadira; Khofidhotur Rofiqoh; Chintya Puspa Ayu Tirta; Agus Suharto
Journal of Public Health Sciences Vol. 5 No. 03 (2026): In Press - Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.002283

Abstract

Timely and appropriate community response to medical and environmental emergencies remains a critical public health concern, particularly in settings with limited access to immediate professional care. Gaps in community knowledge of first aid and basic emergency response continue to constrain early action at the grassroots level. As a community-based organization, ‘Aisyiyah plays a strategic role in strengthening emergency response capacity through its cadres. This study examined changes in emergency response knowledge following community-based education and simulation training among ‘Aisyiyah cadres. A quasi-experimental single-group pre–post design without a control group was conducted among 34 cadres who participated in structured educational sessions, hands-on simulations, and role-play activities focusing on burn management and Basic Life Support (BLS). Knowledge was assessed using a validated true–false questionnaire and analysed using the Wilcoxon Signed-Rank test with effect size estimation. The results showed significant improvements across all domains. The median overall knowledge score increased from 80 (IQR=13) to 90 (IQR=0) (p<0.001) with a large effect size (r=0.56). Burn management knowledge reached the maximum score for all participants after the intervention (median=50; IQR=0), indicating a strong standardisation effect. BLS knowledge also improved significantly (p=0.003) with a moderate effect size (r=0.36), although variability in improvement was observed. These findings highlight the potential of multimodal, community-based training as an entry point for strengthening emergency response knowledge. Achieving optimal and sustained outcomes requires training continuity, periodic reinforcement, and integration with broader community health and disaster management systems through cross-sectoral collaboration.