Ainun
Universitas Muhammadiyah Pare-pare, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Teknologi dan Spiritualitas: Strategi Pendidikan Islam di Era Revolusi Industri 5.0: The Integration of Technology and Spirituality: Islamic Education Strategies in the Era of the Industrial Revolution 5.0 Ahmad Munir; Nurhayati Ali; Abdul Anas; Nurul Hijrana; Ainun
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 2: July 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v22i2.10431

Abstract

Perkembangan Revolusi Industri 5.0 telah memunculkan fakta berupa transformasi besar dalam dunia pendidikan Islam, ditandai dengan masifnya penggunaan teknologi digital seperti kecerdasan buatan, media pembelajaran daring dan platform digital keagamaan. Kondisi ini juga membawa peluang peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi sekaligus dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap degradasi nilai spiritual, etika digital, dan pembentukan akhlak bagi peserta didik. Fakta literatur menunjukkan bahwa penelitian terdahulu umumnya menempatkan teknologi dan spiritualitas sebagai dua entitas terpisah, dengan fokus dominan pada efektivitas pedagogis teknologi atau dampak media digital terhadap religiositas, tanpa menghadirkan kerangka integratif yang holistik. Kesenjangan inilah yang melatarbelakangi penelitian ini. Tujuan penelitian adalah merumuskan strategi pendidikan Islam yang mampu mengintegrasikan teknologi dan spiritualitas secara seimbang dalam konteks Revolusi Industri 5.0, khususnya melalui studi kualitatif di MTS DDI Majene. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan dan peluang digitalisasi pendidikan Islam, merumuskan model pembelajaran holistik berbasis nilai, serta mengevaluasi kesiapan pendidik dan institusi dalam mengelola integrasi digital dan spiritual. Argumen utama penelitian ini menegaskan bahwa teknologi tidak bersifat netral, melainkan dapat menjadi alat dalam penguatan nilai spiritual apabila dikelola dalam kerangka pedagogis yang terarah, beretika, dan berorientasi akhlak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan spiritualitas telah berlangsung secara nyata, ditandai oleh adanya perubahan pola pembelajaran, meningkatnya keterlibatan peserta didik, serta munculnya kesadaran institusional terhadap pentingnya etika digital. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam di era revolusi industry 5.0 memerlukan paradigma integratif yang menyeimbangkan kecakapan digital dan pembinaan spiritual. Temuan ini menjadi rujukan konseptual dan praktis bagi pengembangan Pendidikan islam berbasis teknologi bernilai spiritual ditingkat madrasah. The development of the Industrial Revolution 5.0 has given rise to the fact in the form of a major transformation in the world of Islamic education, marked by the massive use of digital technology such as artificial intelligence, online learning media and religious digital platforms. This condition also brings opportunities to improve the quality of learning, but at the same time can raise concerns about the degradation of spiritual values, digital ethics, and moral formation for students. Literature facts show that previous research has generally placed technology and spirituality as two separate entities, with a dominant focus on the pedagogical effectiveness of technology or the impact of digital media on religiosity, without presenting a holistic integrative framework. This gap is the background of this research. The purpose of the research is to formulate an Islamic education strategy that is able to integrate technology and spirituality in a balanced manner in the context of the Industrial Revolution 5.0, especially through qualitative studies at MTS DDI Majene. This research aims to identify challenges and opportunities for the digitalization of Islamic education, formulate a value-based holistic learning model, and evaluate the readiness of educators and institutions in managing digital and spiritual integration. The main argument of this study emphasizes that technology is not neutral, but can be a tool in strengthening spiritual values if managed in a pedagogical framework that is directed, ethical, and morally oriented. The findings of the study show that the integration of technology and spirituality has taken place in real terms, marked by changes in learning patterns, increased student involvement, and the emergence of institutional awareness of the importance of digital ethics. Thus, this study emphasizes that Islamic education in the era of the industrial revolution 5.0 requires an integrative paradigm that balances digital skills and spiritual guidance. This finding is a conceptual and practical reference for the development of technology-based Islamic education with spiritual value at the madrasah level.