I G.A Dessy Arlita
Universitas Pendidikan Nasional, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Etika Dasar Digital Sebagai Sarana Edukatif Dalam Pembentukan Karakter Siswa SD Negeri 8 Dauh Puri Denpasar Dewa Ayu Shintya Gita Amrita Saraswati; Nyoman Sri Manik Parasari; I G.A Dessy Arlita; Wayan Sumariadhi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51805/jpmm.v6i1.255

Abstract

Perkembangan teknologi digital saat ini telah menjangkau seluruh lapisan usia, termasuk siswa di SD Negeri 8 Dauh Puri yang sangat aktif menggunakan gawai untuk menonton YouTube, WhatsApp, hingga bermain gim daring. Namun, kemudahan akses internet ini tidak dibarengi dengan pemahaman etika digital yang memadai, sehingga muncul permasalahan serius seperti perilaku impulsif di media sosial dan rendahnya kesadaran akan perlindungan privasi data pribadi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan etika dasar digital sebagai sarana pembentukan karakter siswa agar lebih bijak, waspada, dan bertanggung jawab dalam beraktivitas daring. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui pendekatan edukatif partisipatif dengan pemaparan materi visual serta kuis interaktif yang menarik. Siswa diberikan simulasi berbagai situasi nyata yang sering ditemui di internet, didukung dengan pengenalan formula karakter “B.I.J.A.K” (Berpikir, Izin, Jaga kata-kata, Aman dari hoaks, Konten positif). Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan perilaku yang signifikan pada siswa secara kolektif. Sebelum program dilaksanakan, siswa cenderung reaktif dalam menyebarkan informasi tanpa verifikasi dan menganggap berbagi kata sandi akun sebagai bentuk solidaritas pertemanan. Setelah mendapatkan edukasi, siswa mampu mengevaluasi risiko digital secara kritis dan berkomitmen menerapkan langkah “STOP-CEK-JANGAN SEBAR”. Antusiasme tinggi dan ketepatan siswa dalam menjawab setiap skenario kuis menjadi bukti nyata keberhasilan internalisasi nilai-nilai etika digital dalam membangun karakter generasi cerdas digital yang berintegritas.