Konsep Smart Village mengedepankan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas tata kelola dan efisiensi kegiatan masyarakat, yang salah satunya diimplementasikan melalui pengembangan aplikasi e-PKK di Kabupaten Nganjuk guna memperkuat digitalisasi administrasi, komunikasi, dan pelaporan. Program ini menggunakan metode deskriptif dengan mengumpulkan data dari umpan balik peserta pendampingan yang terdiri dari anggota TP PKK Kabupaten Nganjuk dengan berbagai bidang fokus (Pokja I–IV dan Bagian Umum). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aplikasi e-PKK dinilai sangat memudahkan akses informasi (rata-rata skor 5,0) dan meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan teknologi digital (4,8). Manfaat lain yang dirasakan meliputi peningkatan efektivitas komunikasi (4,4), motivasi belajar (4,4), dan kemampuan teknologi (4,4). Kendala yang dihadapi meliputi adaptasi teknologi bagi anggota senior, pemahaman indikator kegiatan yang belum optimal, keterbatasan materi pendampingan, serta masalah teknis pada perangkat. Peserta juga mengusulkan penambahan fitur seperti aksesibilitas bagi disabilitas, notifikasi pengingat, integrasi pembayaran digital, dan dashboard rekap data. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendampingan e-PKK berkontribusi positif terhadap literasi digital dan tata kelola PKK, namun perlu pendampingan lanjutan, penguatan fitur kolaborasi, dan peningkatan inklusivitas agar implementasi Smart Village lebih optimal.