Abstract. Amid changing dynamics in the global pharmaceutical industry, pharmacies must adapt to ensure business sustainability while maintaining quality healthcare services. This community service activity was carried out in collaboration with Apotek Rizkia Farma in Sidoarjo, East Java. The primary objective was to assist the partner in preparing a comprehensive business plan encompassing marketing, operations, financial management, and business development strategies. Additionally, the program aimed to strengthen the partner’s managerial capabilities, particularly in marketing, medication stock control, and the use of technology-based services to support pharmacy operations. Knowledge transfer was conducted through a combination of training and mentoring approaches. The activity resulted in a complete and applicable written business plan. Quantitative impacts included a 35% improvement in the efficiency of financial transaction recording, a 30% reduction in medication stock input errors, a 22% increase in customer visits, an 11% decrease in operational expenses, and a 42,2% increase in average revenue. Qualitative outcomes were reflected in improved managerial understanding among the owner and staff, stronger customer trust, a more disciplined and focused work culture, and increased awareness of social and environmental responsibility within Apotek Rizkia Farma’s business practices. Abstrak. Di tengah pergeseran paradigma dunia kefarmasian, bisnis apotek memerlukan perhatian agar mampu beradaptasi dan menjaga keberlanjutan usaha, sekaligus tetap memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bermitra dengan Apotek Rizkia Farma yang berkedudukan di Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur. Tujuan kegiatan ini yang pertama adalah membantu mitra menyusun business plan yang komprehensif yang mencakup aspek pemasaran, operasional, keuangan, dan strategi pengembangan usaha. Kedua, meningkatkan kapasitas manajerial mitra yang meliputi aspek pemasaran, pengelolaan stok obat, dan pengembangan layanan berbasis teknologi digital untuk mendukung pelayanan apotek. Metode yang digunakan untuk mentransfer knowledge kepada mitra adalah menggabungkan metode pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah tersusunnya dokumen tertulis business plan yang lengkap dan aplikatif, yang berdampak secara kuantitatif dalam bentuk terjadinya peningkatan efisiensi waktu pencatatan transaksi keuangan sebesar 35%, penurunan kesalahan input stok obat sebesar 30%, kunjungan pelanggan meningkat 22%, pengeluaran operasional menurun 11%, dan pendapatan rata-rata meningkat 42,2%. Sedangkan dampak kualitatif dapat ditunjukkan oleh peningkatan pemahaman pemilik apotek dan staf tentang manajemen usaha modern, meningkatnya kepercayaan pelanggan, terbangun budaya kerja yang lebih disiplin dan terarah, serta tumbuhnya kesadaran tentang pentingnya tanggung jawab social dan lingkungan dalam operasional bisnis apotek Rizkia Farma Sidoarjo.