The loss of a mother due to death is a life event that can cause significant emotional distress and affect adolescents’ psychological well-being. Therefore, adolescents require internal protective factors to support their adaptation process, one of which is self-compassion. This study aimed to examine the relationship between self-compassion and psychological well-being among late adolescents who have experienced the loss of their mother due to death. This research employed a quantitative approach with a sample of 102 late adolescents aged 18–22 years, selected using a snowball sampling technique. Data were collected using the Self-Compassion Scale for Youth, which has been adapted into Indonesian, and the Indonesian-adapted short version of Ryff ’s Psychological Well-Being Scale. The results of the Spearman’s Rank correlation analysis showed a correlation coefficient of 0,516 with a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant and positive relationship between self-compassion and psychological well-being among adolescents who have lost their mother. This finding suggests that higher levels of self-compassion are associated with higher levels of psychological well-being, although most respondents were categorized at a moderate level. ABSTRAK Kehilangan ibu karena meninggal dunia merupakan suatu peristiwa yang dapat menimbulkan tekanan emosional dan akan memengaruhi kesejahteraan psikologis remaja, sehingga remaja membutuhkan faktor internal yang dapat membantu proses adaptasi, salah satunya adalah self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan psychological well-being pada remaja akhir yang mengalami kehilangan ibu karena meninggal dunia. Pada penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan sampel yang didapatkan sebanyak 102 remaja akhir yang berusia 18-22 tahun yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Self-Compassion Scale for Youth yang telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia dan skala Ryff Psychological Well-Being versi short scale dan telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia. Hasil uji koefisien korelasi menggunakan Spearman’s Rank sebesar 0,0516 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan dan positif antara self-compassion dan psychological well-being pada remaja yang mengalami kehilangan ibu karena meninggal dunia. Hal ini berarti semakin tinggi self-compassion maka semakin baik pula psychological well-being yang dimiliki oleh remaja, meskipun sebagian besar responden berada dalam kategori sedang.