Nuram Mubina
Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH STRES KERJA DAN GRIT TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PERAWAT RUMAH SAKIT DI KARAWANG Desi Nurbarkah; Nuram Mubina; Yuwono Pratomo
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.11410

Abstract

Excessive workloads during peak medical service hours and the high demands of handling patient complaints are the background to this research activity. These problems trigger chronic emotional exhaustion and mental vulnerability that can disrupt the performance and stability of the psychological condition of healthcare workers. The main focus of this scientific study is to dissect and test the influence of work stress and grit on the psychological well-being of hospital nurses in Karawang Regency. The steps of this associative causal quantitative research path were operated using a convenience sampling strategy. The primary data collection procedure involved 356 active nurses as respondents through an instrument adapted from the Likert scale model draft, which was then executed statistically through multiple linear regression analysis modeling. Quantitative data empirically revealed a significant simultaneous influence between work stress and grit on mental well-being, indicated by the obtained F-value of 299.5 with a significance probability of p less than 0.001. Partial evaluation confirmed that work stress had a significant negative impact, while grit recorded the strongest dominant positive contribution to the mental toughness of the subjects with a total R-square value of 0.629 or equivalent to 62.9 percent. The main conclusion confirms that the combination of managing psychological distress and strengthening long-term resilience has proven highly effective in maintaining nurses' mental health. Healthcare institutions are recommended to consistently design intervention management plans. ABSTRAK Beban kerja berlebih saat jam sibuk operasional pelayanan medis serta tingginya tuntutan penanganan keluhan pasien melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah tersebut memicu kelelahan emosional kronis serta kerentanan mental yang dapat mengganggu performa dan stabilitas kondisi psikologis para tenaga kesehatan. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah membedah dan menguji pengaruh stres kerja dan grit terhadap psychological well-being pada perawat rumah sakit di Kabupaten Karawang. Langkah-langkah jalur riset kuantitatif asosiatif kausalitas ini dioperasikan menggunakan strategi penarikan sampel secara convenience sampling. Prosedur pengumpulan data primer melibatkan 356 perawat aktif sebagai responden melalui instrumen adaptasi draf skala model Likert, yang selanjutnya dieksekusi statistik lewat permodelan analisis regresi linier berganda. Data kuantitatif secara empiris menyingkap pengaruh signifikan secara simultan antara stres kerja dan grit terhadap kesejahteraan mental, ditunjukkan oleh perolehan nilai F-hitung sebesar 299,5 dengan probabilitas signifikansi p kurang dari 0,001. Evaluasi parsial mengonfirmasi stres kerja berdampak negatif signifikan, sementara grit mencatatkan kontribusi positif dominan paling kuat terhadap ketangguhan mental subjek dengan capaian total nilai R-square sebesar 0,629 atau setara 62,9 persen. Simpulan utama menegaskan bahwa kombinasi pengendalian tekanan psikologis serta penguatan ketabahan jangka panjang terbukti sangat andal memelihara kesehatan mental perawat. Instansi kesehatan direkomendasikan merancang draf manajemen intervensi secara konsisten.