Lativa Ishaki Bidri
Fakultas Psikologi, Universitas HKBP Nommensen

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN SELF-COMPASSION PADA PEREMPUAN DEWASA AWAL SETELAH MENGALAMI KEKERASAN DALAM PACARAN Lativa Ishaki Bidri; Nancy Naomi Aritonang
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13087

Abstract

ABSTRACT Dating violence is a serious problem experienced by many early adult women and significantly impacts victims' psychological conditions, including their ability to develop self-compassion. This study aims to describe self-compassion in early adult women after experiencing dating violence. The research employed a qualitative method with a phenomenological approach. The subjects were two early adult women aged 23 and 24 years who had experienced dating violence. Data collection techniques included in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis used Braun and Clarke's thematic analysis. The findings showed that both participants achieved the three dimensions of self-compassion: self-kindness, common humanity, and mindfulness. Both participants demonstrated a shift from self-blame toward greater self-acceptance, developed an awareness that suffering is a universal human experience, and became more capable of confronting negative experiences mindfully without avoidance or becoming overwhelmed by their emotions. Factors influencing the emergence of self-compassion included social support, self-reflection, information exposure, and emotional regulation skills. This study concludes that self-compassion is a healing response that can be learned and developed gradually after experiencing dating violence. ABSTRAK Kekerasan dalam pacaran merupakan masalah serius yang banyak dialami oleh perempuan dewasa awal dan berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis korban, termasuk kemampuan mereka untuk mengembangkan self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan self-compassion pada perempuan dewasa awal setelah mengalami kekerasan dalam pacaran. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian adalah dua orang perempuan dewasa awal berusia 23 dan 24 tahun yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan telah mencapai tiga aspek self-compassion, yaitu kebaikan pada diri sendiri (self-kindness), kemanusiaan bersama (common humanity), dan kesadaran penuh (mindfulness). Kedua partisipan mengalami perubahan dari kecenderungan menyalahkan diri menjadi lebih mampu menerima diri, menyadari bahwa penderitaan merupakan pengalaman yang bersifat universal, serta menghadapi pengalaman negatif secara lebih sadar tanpa menghindari atau larut dalam emosi yang berlebihan. Faktor-faktor yang memengaruhi munculnya self-compassion meliputi dukungan sosial, refleksi diri, paparan informasi, dan keterampilan regulasi emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-compassion merupakan respons penyembuhan yang dapat dipelajari dan dikembangkan secara bertahap setelah mengalami kekerasan dalam pacaran.