Hotpascaman Simbolon
Fakultas Psikologi, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN CAREER DECISION MAKING SELF-EFFICACAY (CDMSE) PADA MAHASISWA AKHIR YANG BERORGANISASI DAN TIDAK BERORGANISAI Jelita Elfidawati Silitonga; Hotpascaman Simbolon
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13963

Abstract

ABSTRACT The transition from university to the workforce is shaped not only by students' academic achievement but also by their confidence in making career-related decisions. Differences in learning experiences throughout higher education, including participation in student organizations, are assumed to contribute to the development of Career Decision-Making Self-Efficacy (CDMSE). Accordingly, this study compared the level of CDMSE between final-year students who actively participated in student organizations and those who did not at HKBP Nommensen University Medan. A quantitative comparative design was employed, involving 300 participants selected through purposive sampling, consisting of 150 students who were actively engaged in student organizations and 150 students with no organizational involvement. Data were collected using a valid and reliable Career Decision-Making Self-Efficacy scale and analyzed using an Independent Samples t-test. The findings revealed a statistically significant difference in CDMSE between the two groups (t = 2.202; p = 0.028). Students who actively participated in student organizations demonstrated a higher mean CDMSE score than their non-participating counterparts, indicating that organizational experiences are associated with stronger confidence in career decision-making. Nevertheless, the findings also suggest that CDMSE is shaped not solely by organizational involvement but by a broader range of learning experiences acquired throughout university. These results provide empirical evidence supporting the development of more inclusive career development services to better prepare students for the transition into the professional workforce. ABSTRAK Perjalanan mahasiswa menuju dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik, tetapi juga oleh keyakinan mereka dalam menetapkan pilihan karier. Perbedaan pengalaman selama menjalani pendidikan tinggi, termasuk keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan, diduga berkontribusi terhadap pembentukan Career Decision-Making Self-Efficacy (CDMSE). Atas dasar tersebut, penelitian ini membandingkan tingkat CDMSE antara mahasiswa tingkat akhir yang aktif berorganisasi dan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi di Universitas HKBP Nommensen Medan. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif dan melibatkan 300 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas 150 mahasiswa aktif berorganisasi dan 150 mahasiswa yang tidak berorganisasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Career Decision-Making Self-Efficacy yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis melalui Independent Samples t-test. Analisis menunjukkan adanya perbedaan CDMSE yang signifikan antara kedua kelompok (t = 2,202; p = 0,028). Rerata skor mahasiswa yang aktif berorganisasi lebih tinggi dibandingkan kelompok yang tidak berorganisasi, mengindikasikan bahwa pengalaman organisasi berkaitan dengan meningkatnya keyakinan dalam mengambil keputusan karier. Meskipun demikian, temuan ini juga memperlihatkan bahwa pembentukan CDMSE tidak hanya bersumber dari aktivitas organisasi, melainkan dipengaruhi oleh berbagai pengalaman belajar yang diperoleh selama masa studi. Hasil penelitian memberikan dasar empiris bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan layanan pengembangan karier yang lebih inklusif guna mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi transisi ke dunia kerja.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI AKADEMIK PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI MEDAN Tri Novianti Ulindah Simatupang; Hotpascaman Simbolon
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13995

Abstract

ABSTRACT The completion of an undergraduate thesis often becomes a challenging academic transition, as students are required to cope with research demands, time constraints, and uncertainties throughout the final stage of their studies. In this situation, social support is considered a psychological resource that may help students maintain their academic adaptability. This study examines the relationship between social support and academic resilience among final-year students who are preparing their undergraduate theses in Medan City. A quantitative approach with a correlational design was employed involving 169 active university students from various higher education institutions selected through purposive sampling. Data were collected online using the Social Support Scale based on Sarafino and Smith’s theory and the Academic Resilience Scale adapted from Cassidy’s instrument. The relationship between variables was analyzed using Spearman’s rho correlation test. The findings revealed a positive and significant relationship between social support and academic resilience (r = 0.616; p = 0.000). This finding indicates that students who perceive higher levels of social support tend to demonstrate stronger academic resilience in dealing with various challenges during the thesis completion process. Social support serves as an important element in strengthening academic resilience; therefore, universities need to develop supportive academic and social environments that enhance students’ psychological readiness to successfully complete their studies. ABSTRAK Penyelesaian skripsi sering menjadi periode transisi akademik yang penuh tuntutan karena mahasiswa perlu menghadapi tekanan penyelesaian penelitian, keterbatasan waktu, serta ketidakpastian selama proses akhir studi. Dalam kondisi tersebut, keberadaan dukungan sosial dipandang sebagai salah satu sumber daya psikologis yang dapat membantu mahasiswa mempertahankan kemampuan adaptasi akademiknya. Penelitian ini mengkaji hubungan antara dukungan sosial dan resiliensi akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi di Kota Medan. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional diterapkan pada 169 mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan secara daring menggunakan Skala Dukungan Sosial berdasarkan teori Sarafino dan Smith serta Skala Resiliensi Akademik yang mengacu pada instrumen Cassidy. Pengujian hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan korelasi Spearman rho. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi akademik (r = 0,616; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik dukungan sosial yang dirasakan mahasiswa, semakin kuat pula kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan akademik selama penyusunan skripsi. Dukungan sosial menjadi elemen penting dalam membangun ketahanan akademik, sehingga perguruan tinggi perlu mengembangkan lingkungan pendampingan yang mampu memperkuat kesiapan psikologis mahasiswa dalam menyelesaikan studi.