Anemia among adolescent girls remains a significant public health concern that requires continuous attention. In 2022, the coverage of Iron and Folic Acid (IFA) tablet supplementation among adolescent girls in Bantul Regency reached 75.69%, while the coverage in the working area of Pleret Primary Health Center was only 35.49%. A preliminary assessment revealed that 6 out of 10 female students had insufficient knowledge about anemia. This condition may lead to various adverse effects, including decreased immunity, impaired concentration, reduced academic performance, and lower daily productivity. This community service program aimed to improve female students' knowledge of anemia by comparing the effectiveness of a TikTok-based short movie with a leaflet as health education media at SMP Negeri 1 Pleret, Bantul. The program was implemented through health education sessions, and participants' knowledge was assessed before and after the intervention. The results showed that both educational media significantly improved students' knowledge, with a mean post-intervention score of 95.37 in the short movie group and 91.96 in the leaflet group. There was no significant difference in the mean knowledge scores between the two groups before the intervention; however, a significant difference was observed after the intervention, with the short movie group achieving higher knowledge scores than the leaflet group. These findings indicate that the TikTok-based short movie was more effective than the leaflet in improving adolescent girls' knowledge of anemia. The use of digital media that aligns with adolescents' interests and learning preferences can therefore serve as an effective health education strategy for anemia prevention. Abstrak Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian. Pada tahun 2022, cakupan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri di Kabupaten Bantul mencapai 75,69%, sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Pleret hanya sebesar 35,49%. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa 6 dari 10 siswi memiliki pengetahuan yang masih rendah mengenai anemia. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak, seperti penurunan daya tahan tubuh, gangguan konsentrasi, serta menurunnya prestasi belajar dan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswi tentang anemia melalui edukasi kesehatan dengan membandingkan efektivitas media video short movie berbasis aplikasi TikTok dan media leaflet di SMP Negeri 1 Pleret, Bantul. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode edukasi kesehatan dengan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa kedua media mampu meningkatkan pengetahuan siswi, dengan peningkatan skor rata-rata pada kelompok short movie sebesar 95,37 dan pada kelompok leaflet sebesar 91,96. Sebelum intervensi, tidak terdapat perbedaan rerata pengetahuan yang signifikan antara kedua kelompok, sedangkan setelah intervensi terdapat perbedaan yang signifikan, dengan kelompok short movie memperoleh skor pengetahuan lebih tinggi dibandingkan kelompok leaflet. Dengan demikian, media video short movie berbasis TikTok terbukti lebih efektif dibandingkan media leaflet dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital yang sesuai dengan karakteristik remaja dapat menjadi alternatif strategi edukasi kesehatan yang lebih efektif dalam upaya pencegahan anemia.