Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR TERHADAP ASPEK SOSIAL, EKONOMI, DAN LINGKUNGAN DI KOTA SIBOLGA TAHUN 2025 Paskah Putriana Sitompul; Dea Tamara Br. Siahaan; Kartika Natalia Sipayung; Elma Renita Silalahi; Winri Sidabutar; Fitri Damayanti Lumbantoruan; Nadia Sianturi; Winanda Manurung; Christina Parhusip; Masni Veronika Situmorang
Pengembangan Penelitian Pengabdian Jurnal Indonesia (P3JI) Vol. 4 No. 2 (2026): Vol. 4 No. 2 (2026) : P3JI - MEI
Publisher : PT. Migas Centre Sidjabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya bencana, serta menyusun rekomendasi sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko bencana pada masa mendatang. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber terpercaya, seperti jurnal ilmiah, buku, laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Pusat Statistik (BPS), serta berbagai dokumen dan publikasi resmi pemerintah. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk menginterpretasikan informasi yang diperoleh secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana banjir dan tanah longsor berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pada aspek sosial, bencana menyebabkan meningkatnya jumlah warga yang mengungsi, terganggunya proses pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas mata pencaharian, serta memunculkan dampak psikologis berupa trauma pada masyarakat terdampak. Dari sisi ekonomi, bencana mengakibatkan kerusakan rumah tinggal, infrastruktur, serta tempat usaha yang berimplikasi pada penurunan pendapatan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga harus mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk kegiatan tanggap darurat, pemulihan, dan rehabilitasi pascabencana. Sementara itu, pada aspek lingkungan, bencana memicu terjadinya erosi tanah, sedimentasi sungai, kerusakan tutupan vegetasi, pencemaran sumber air, serta penurunan kualitas ekosistem.Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan strategi mitigasi yang terpadu melalui penataan ruang yang berkelanjutan, rehabilitasi lingkungan, pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana, penguatan sistem peringatan dini, serta peningkatan edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat sebagai upaya untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.