Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Penggunaan Canva Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Menulis Food Label Pada Siswa Kelas IX SMP It Ali Bin Abu Thalib Tanjung Morawa Sumarni; Saryanto
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2038

Abstract

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran saat ini berkembang sangat pesat dan memberi pengaruh yang signifikan baik pada motivasi belajar peserta didik yang pada gilirannya pada peningkatan hasil belajar. Salah satu pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran adalah penggunaan media canva dalam meningkatkan motivasi belajar menulis food label . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penggunaan Canva dalam meningkatkan motivasi belajar menulis food label pada siswa kelas IX SMP IT Ali Bin Abu Thalib Tanjung Morawa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX yang mengikuti pembelajaran bahasa Inggris pada materi food label. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan melihat perubahan motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan Canva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Canva dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam menulis food label.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN MESIN BUBUT DALAM MENJAMIN KEBERLANJUTAN PROSES PEMBELAJARAN PADA JURUSAN TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 1 NGLIPAR GUNUNGKIDUL Wuri Damayanti; Saryanto; Jumintono
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6305

Abstract

Abstract: This study aims to describe the management of lathe machine maintenance in ensuring the sustainability of the learning process in the Machining Engineering Department at SMK Negeri 1 Nglipar. The study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of interviews, observations, and documentation. The research informants included the principal, the head of the Machining Engineering program, and students. The results of the study indicate that lathe machine maintenance is carried out through three stages, namely routine maintenance, periodic maintenance, and incidental maintenance. Routine maintenance is conducted after every practical session by students through cleaning the machines and work areas. Periodic maintenance is performed by the toolman through scheduled inspections of oil and machine components, while incidental maintenance is conducted when unexpected machine damage occurs. Maintenance financing is planned through BOS funds and support from the school committee. The school also implements a strategy of independently manufacturing machine components to overcome the high cost of original spare parts. The challenges faced include the limited number of machines, high maintenance costs, and unpredictable machine damage. Nevertheless, the maintenance management implemented has been able to sustain practical learning activities so that the learning process can continue effectively. Keywords: Maintenance Management, Lathe, Machining Engineering, Vocational High School   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pemeliharaan mesin bubut dalam menjamin keberlanjutan proses pembelajaran pada Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Nglipar Gunungkidul. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, kepala program keahlian Teknik Pemesinan, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan mesin bubut dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perawatan rutin, perawatan berkala, dan perawatan insidental. Pemeliharaan rutin dilaksanakan setiap selesai praktik oleh siswa dengan membersihkan mesin dan area kerja. Pemeliharaan berkala dilakukan oleh toolman melalui pengecekan oli dan komponen mesin secara terjadwal. Sedangkan pemeliharaan insidental dilakukan ketika terjadi kerusakan mendadak pada mesin. Perencanaan pembiayaan pemeliharaan bersumber dari dana BOS dan dukungan komite sekolah. Sekolah juga menerapkan strategi pembuatan komponen secara mandiri untuk mengatasi mahalnya spare part original. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan jumlah mesin, tingginya biaya perawatan, serta kerusakan yang tidak terprediksi. Meskipun demikian, manajemen pemeliharaan yang dilakukan mampu menjaga keberlanjutan pembelajaran praktik sehingga proses pembelajaran tetap berjalan secara efektif. Kata Kunci: Manajemen pemeliharaan, Mesin bubut, Teknik pemesinan, SMK.
Manajemen Supervisi Akademik untuk Peningkatan Kinerja Guru dalam Implementasi Deep Learning di SMP Negeri 1 Kejajar Eka Nurhaeni; Saryanto; Didi Supriadi
Media Manajemen Pendidikan Vol 9 No 2 (2026): Oktober 2026 (Articles in Press)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v9i2.22150

Abstract

This study examines the principal’s management of academic supervision in improving teacher performance in the implementation of deep learning within the context of the Merdeka Curriculum at SMP Negeri 1 Kejajar. A qualitative case study approach was employed to gain an in-depth understanding of the processes of planning, organizing, implementing, evaluating, and following up academic supervision, as well as the supporting and inhibiting factors. Data were collected through interviews, observations, and document analysis and were analyzed using an interactive model. The findings indicate that academic supervision was carried out systematically and collaboratively through structured supervision programs, classroom observations, reflective feedback, and continuous professional development. The effectiveness of supervision was supported by the principal’s instructional leadership, teachers’ readiness to improve their teaching practices, and the availability of adequate facilities and learning resources, while the main challenges included limited time, teachers’ workload, and a school culture with insufficient time discipline. Academic supervision contributed significantly to enhancing teacher performance, particularly in designing, implementing, evaluating, and reflecting on student-centered learning in a sustainable manner. These findings highlight the importance of ongoing academic supervision in strengthening professional learning and improving the quality of classroom instruction.