Perkembangan ekonomi digital telah menciptakan berbagai peluang baru bagi generasi muda untuk memperoleh pendapatan melalui pemanfaatan platform digital. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah program TikTok Affiliate yang memungkinkan pengguna memperoleh komisi dari aktivitas promosi produk melalui konten digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran TikTok Affiliate dalam mendorong ekonomi digital mahasiswa, mengidentifikasi strategi afiliator dalam mengembangkan konten dan meningkatkan penjualan, serta mengungkap berbagai tantangan yang dihadapi selama menjalankan aktivitas afiliasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus pada mahasiswa Program Studi Ekonomi Universitas Nurul Jadid yang aktif sebagai afiliator TikTok. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok Affiliate berperan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi mahasiswa dengan memberikan tambahan pendapatan sekaligus meningkatkan literasi digital, kreativitas, kemampuan komunikasi, dan keterampilan pemasaran digital. Strategi yang diterapkan afiliator meliputi pemanfaatan tren, penyusunan konten yang autentik, teknik soft selling, konsistensi unggahan, serta optimalisasi algoritma TikTok. Di sisi lain, afiliator masih menghadapi berbagai tantangan berupa perubahan algoritma platform, tingginya persaingan, fluktuasi pendapatan, dan perlunya menjaga kepercayaan audiens. Penelitian ini menunjukkan bahwa TikTok Affiliate tidak hanya menjadi media promosi produk, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi digital di kalangan mahasiswa. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan dalam mendukung pengembangan ekonomi digital yang lebih inklusif.