Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Persepsi Maskulinitas Pada Laki-Laki Pengguna Skincare di Kota Medan Desrin Sri Tesa Zendrato; Artiwinata Br Ginting
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman hidup laki-laki pengguna skincare dalam memaknai maskulinitas di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melibatkan dua orang partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) yang meliputi pembacaan berulang transkrip wawancara, pemberian catatan awal (initial noting), pengembangan tema-tema emergen, pengelompokan tema ke dalam tema utama, serta interpretasi makna pengalaman partisipan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik, member checking, peer debriefing, audit trail, dan refleksivitas peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan memaknai penggunaan skincare sebagai bentuk perawatan diri yang berkaitan dengan kesehatan kulit, kebersihan diri, dan peningkatan kepercayaan diri. Meskipun keduanya mengalami stigma sosial yang mengaitkan penggunaan skincare dengan karakteristik feminin, mereka tetap mempertahankan praktik tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri tanpa merasa kehilangan identitas maskulin. Temuan ini menggambarkan bagaimana kedua partisipan menginterpretasikan pengalaman mereka dalam menegosiasikan makna maskulinitas di tengah perubahan nilai sosial. Penelitian ini terbatas pada pengalaman subjektif kedua partisipan sehingga temuan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasikan kepada seluruh laki-laki pengguna skincare, tetapi memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman maskulinitas dalam konteks penggunaan skincare.
Pengaruh Self-Esteem Terhadap Fomo Pada Remaja Perempuan Suku Nias Pengguna Media Sosial Rumondang Wilis Pintas Zai; Artiwinata Br Ginting
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i4.2501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-esteem terhadap Fear of Missing Out (FoMO) pada remaja perempuan suku Nias pengguna media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Populasi penelitian adalah remaja perempuan suku Nias yang berjumlah sekitar 16.355 jiwa berdasarkan data BPS tahun 2024. Sampel penelitian berjumlah 340 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria perempuan berusia 13–18 tahun, bersuku Nias, dan menggunakan media sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Instrumen self-esteem disusun berdasarkan empat aspek Coopersmith (1967), yaitu power, significance, virtue, dan competence, sedangkan instrumen FoMO disusun berdasarkan tiga aspek Abel et al. (2016), yaitu sense of self, social interaction, dan social anxiety. Hasil analisis menunjukkan bahwa self-esteem berpengaruh negatif dan signifikan terhadap FoMO, dengan nilai F sebesar 51,556 dan signifikansi p < 0,001. Koefisien regresi sebesar −0,328 menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem, semakin rendah kecenderungan FoMO pada remaja perempuan suku Nias pengguna media sosial. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,132 menunjukkan bahwa self-esteem memberikan kontribusi sebesar 13,2% terhadap FoMO, sedangkan 86,8% sisanya berkaitan dengan faktor-faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self-esteem merupakan salah satu faktor yang berperan dalam kecenderungan FoMO pada remaja perempuan suku Nias pengguna media sosial.