Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Internalisasi Nilai Karakter Aswaja Melalui Project-Based Learning Pada Pendidikan Kewarganegaraan: Studi Tradisi Ziarah Sunan Gunung Jati Suarifqi Diantama; Zulkfili
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2179

Abstract

Kajian mengenai pembelajaran kewarganegaraan berbasis budaya lokal umumnya berfokus pada penguatan kompetensi kewarganegaraan, sementara integrasi model Project-Based Learning dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah (Aswaja) dalam konteks tradisi lokal masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran berbasis proyek yang memanfaatkan tradisi ziarah Makam Sunan Gunung Jati sebagai media internalisasi nilai karakter Aswaja serta implikasinya terhadap penguatan dimensi sosio-kultural Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan meliputi dosen, mahasiswa, pengelola makam, tokoh agama, dan masyarakat sekitar yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan focus group discussion, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran melalui observasi lapangan, wawancara, refleksi, dan penyusunan produk proyek efektif menginternalisasikan nilai tawassuth, tasamuh, tawazun, dan i'tidal sekaligus memperkuat dimensi sosio-kultural Pendidikan Kewarganegaraan melalui pengembangan civic knowledge, civic skills, dan civic disposition. Proses tersebut juga meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal, toleransi, kemampuan kolaborasi, komunikasi ilmiah, berpikir kritis, dan tanggung jawab sosial mahasiswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model pembelajaran kewarganegaraan yang mengintegrasikan budaya lokal dengan nilai-nilai Aswaja melalui pendekatan berbasis proyek sebagai strategi pembentukan karakter kewargaan yang kontekstual, partisipatif, dan transformatif.
Penguatan Ecological Citizenship melalui Gerakan Arjawinangun Bersih (GAB) dalam Mendukung Agenda Sustainable Development Goals Desa Suarifqi Diantama
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.176

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi salah satu tantangan utama dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah menghambat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya Tujuan 6 (Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi), Tujuan 12 (Desa Peduli Lingkungan Darat), dan Tujuan 18 (Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat ecological citizenship masyarakat melalui Gerakan Arjawinangun Bersih (GAB) sebagai upaya meningkatkan kesadaran, partisipasi, dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di RT Blok 3 Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon dengan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan melalui observasi, identifikasi permasalahan, dan koordinasi dengan pemerintah desa. Tahap pelaksanaan meliputi sosialisasi ecological citizenship, edukasi pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), demonstrasi penggunaan komposter, gerakan bersih lingkungan, serta kampanye perilaku hidup bersih. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai ecological citizenship, pengelolaan sampah berbasis 3R, dan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Selain itu, masyarakat menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong serta komitmen untuk menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri. Program ini menunjukkan bahwa penguatan ecological citizenship berbasis pembelajaran partisipatif efektif mendukung implementasi SDGs Desa dan berpotensi direplikasi sebagai model pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penguatan Ecological Citizenship melalui Gerakan Arjawinangun Bersih (GAB) dalam Mendukung Agenda Sustainable Development Goals Desa Suarifqi Diantama
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.176

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi salah satu tantangan utama dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah menghambat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya Tujuan 6 (Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi), Tujuan 12 (Desa Peduli Lingkungan Darat), dan Tujuan 18 (Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat ecological citizenship masyarakat melalui Gerakan Arjawinangun Bersih (GAB) sebagai upaya meningkatkan kesadaran, partisipasi, dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di RT Blok 3 Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon dengan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan melalui observasi, identifikasi permasalahan, dan koordinasi dengan pemerintah desa. Tahap pelaksanaan meliputi sosialisasi ecological citizenship, edukasi pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), demonstrasi penggunaan komposter, gerakan bersih lingkungan, serta kampanye perilaku hidup bersih. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai ecological citizenship, pengelolaan sampah berbasis 3R, dan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Selain itu, masyarakat menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong serta komitmen untuk menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri. Program ini menunjukkan bahwa penguatan ecological citizenship berbasis pembelajaran partisipatif efektif mendukung implementasi SDGs Desa dan berpotensi direplikasi sebagai model pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.