Rendahnya kesadaran lingkungan di kalangan siswa sekolah dasar menjadi salah satu tantangan utama dalam pendidikan di abad ke-21. Proses pembelajaran yang terlalu terpusat pada guru menyebabkan siswa kurang berpartisipasi dalam pengalaman nyata yang dapat membentuk sikap dan perilaku peduli terhadap lingkungan. Penelitian ini mengkaji pengaruh penerapan pembelajaran yang berbasis Action-Based Learning (ABL) melalui aktivitas penanaman pohon terhadap peningkatan kesadaran lingkungan pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment jenis pretest-posttest nonequivalent control group design. Sebanyak 30 siswa kelas IV dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mengalami pembelajaran berbasis aksi lingkungan melalui kegiatan menanam pohon, sementara kelompok kontrol mengikuti pembelajaran tradisional. Data diperoleh dengan memanfaatkan instrumen tes kesadaran lingkungan yang dilaksanakan sebelum dan sesudah perlakuan. Karena data tidak berdistribusi normal, analisis dilakukan mengunakan uji Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai signifikansi 0,015 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang diuji dan kelompok yang tidak diuji. Dengan demikian, cara belajar yang menekankan pada Action-Based Learning (ABL) lewat kegiatan menanam pohon memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan kesadaran lingkungan siswa di sekolah dasar. Metode pembelajaran yang fokus pada aksi lingkungan bisa jadi pilihan yang baik untuk memperkuat rasa peduli terhadap lingkungan melalui pengalaman belajar yang berarti. Penelitian di masa depan sebaiknya mencoba mengembangkan penerapan Action-Based Learning (ABL) dengan berbagai jenis aksi lingkungan lainnya, melibatkan lebih banyak sampel, dan mempelajari seberapa lama pengaruh pembelajaran ini dapat membentuk kesadaran serta karakter peduli lingkungan siswa dalam jangka waktu yang panjang.