Sella Monika Br Tarigan
Universitas Pembangunan Panca Budi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektifitas Teknologi Tata Kelola Informasi Dalam Sistem Cerdas Antrian Pelayanan Rumah Sakit Efarina Etaham Pematang Siantar Menggunakan Cobit 2019 Sella Monika Br Tarigan; Muhammad Syahputra Novelan; Muhammad Amin
Bahasa Indonesia Vol 18 No 03 (2026): Instal : Jurnal Komputer
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jurnalinstall.v18i03.510

Abstract

Rumah Sakit Efarina Etaham Pematang Siantar telah mengimplementasikan Sistem Cerdas Antrean Pelayanan untuk mengurangi penumpukan pasien dan meningkatkan efisiensi layanan. Namun, optimalisasi pemanfaatan teknologi tersebut masih menghadapi kendala berupa fluktuasi kinerja server pada jam sibuk serta belum terstandarisasinya tata kelola teknologi informasi (TI) secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kapabilitas tata kelola sistem antrean menggunakan kerangka kerja COBIT 2019 serta merumuskan rekomendasi perbaikan yang selaras dengan tujuan strategis operasional rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan tahapan pemetaan design factors untuk menentukan fokus audit pada proses TI kritis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner berbasis matriks RACI kepada pihak terkait. Evaluasi difokuskan pada domain BAI04 (Managed Availability and Capacity), DSS02 (Managed Service Requests and Incidents), dan MEA01 (Managed Performance and Conformance Monitoring). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapabilitas tata kelola sistem antrean berada pada level 2 (Managed), yang menandakan proses telah berjalan namun belum memenuhi standar dokumentasi dan evaluasi berkala. Analisis kesenjangan menunjukkan domain BAI04 memiliki gap tertinggi sebesar 1,88 akibat bottleneck server pada jam sibuk, sedangkan MEA01 memiliki gap 1,45 karena belum tersedianya monitoring real-time. Domain DSS02 mencatat gap terendah sebesar 0,52. Penelitian ini merekomendasikan penerapan auto-scaling server, penyusunan Service Level Agreement (SLA) internal, serta pengembangan dashboard monitoring layanan guna meningkatkan tata kelola TI yang lebih adaptif, terukur, dan berorientasi pada kenyamanan pasien.