This Author published in this journals
All Journal Jurnal Biosense
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REAKSI PERUBAHAN STRUKTUR PIGMEN ANTOSIANIN DAN KURKUMIN PADA KONDISI ASAM DAN BASA Dedi Damhuri; Damar Alhadi Maulana
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 3 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i3.8354

Abstract

Pemanfaatan indikator alami dari bahan tumbuhan menjadi alternatif yang lebih aman, murah, dan ramah lingkungan dibandingkan indikator sintetis dalam pengujian asam dan basa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi serta efektivitas ekstrak bahan alam, yaitu buah naga (Hylocereus costaricensis), kunyit (Curcuma longa), dan kol ungu (Brassica oleracea L) sebagai indikator alami asam-basa. Ketiga bahan alam tersebut secara berurutan mengeksploitasi sensitivitas pigmen betasianin, kurkumin, dan antosianin terhadap fluktuasi derajat keasaman (pH) lingkungan uji. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental melalui ekstraksi bahan alam dan pengujian perubahan warna visual pada tiga sampel representatif, yaitu cuka dapur, minuman karbonat (Sprite), dan deterjen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan cuka dapur secara konsisten memberikan respon spektrum warna asam yang valid dan sesuai teori pada seluruh indikator. Namun, pengujian pada sampel Sprite dan deterjen menunjukkan adanya anomali atau pergeseran visual dari trayek warna ideal akibat pengaruh interferensi matriks zat aditif, efek pengenceran, variasi konsentrasi ekstrak, serta tingkat kekuatan disosiasi asam-basa sampel uji. Meskipun perubahan warna akhir tidak selalu bersifat linear layaknya indikator sintetis akibat batasan limitasi deteksi senyawa fungsional, ketiga ekstrak bahan alam ini terbukti mengalami transformasi struktural (protonasi dan deprotonasi) yang aktif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah naga, kunyit, dan kol ungu memiliki potensi besar sebagai instrumen alternatif indikator asam-basa alami yang aplikatif untuk pembelajaran kimia dasar. Abstract This study aims to explore the potential and effectiveness of natural extracts, namely dragon fruit (Hylocereus costaricensis), turmeric (Curcuma longa), and red cabbage (Brassica oleracea L), as natural acid-base indicators. These three natural resources sequentially exploit the sensitivity of betacyanin, curcumin, and anthocyanin pigments toward fluctuations in environmental acidity (pH). The research was conducted experimentally through maceration extraction of the natural materials followed by visual color change testing on three representative samples: household vinegar, a carbonated beverage (Sprite), and detergent. The results demonstrated that the vinegar solution consistently produced a valid and theoretically compliant acidic color spectrum response across all indicators. However, the testing on Sprite and detergent samples exhibited anomalies or visual shifts from the ideal color charts, which were attributed to the interference of additive matrices, dilution effects, variations in extract concentration, and the dissociation strength of the tested samples. Although the final color transitions were not always linear compared to synthetic indicators due to the detection limitations of the functional compounds, all three natural extracts were proven to undergo active structural transformations (protonation and deprotonation). Consequently, it can be concluded that dragon fruit, turmeric, and red cabbage extracts possess substantial potential as applicable alternative instruments for natural acid-base indicators in basic chemistry education.