Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DAN UPAYA PENGENDALIANNYA MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT, AND DETERMINING CONTROL (HIRADC) PADA PROSES AUTOBENDER DI PT. XYZ Tarman; Akhsani Nur Amalia; Multi Nadeak; Edwar Agus Junaedi
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 8 No 3 (2026): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v8i3.1871

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri manufaktur untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja serta meningkatkan produktivitas perusahaan. Salah satu proses yang memiliki potensi bahaya tinggi adalah proses bending menggunakan mesin Autobender di Divisi Prepress PT. XYZ. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menyusun rekomendasi pengendalian guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), yang meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan tingkat keparahan (severity), serta penentuan pengendalian sesuai hierarki pengendalian risiko. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, dan wawancara dengan operator yang terlibat dalam proses kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya utama meliputi risiko tergores pisau, tertusuk serpihan pisau, terjepit bagian mesin yang bergerak, serta risiko ergonomi akibat postur kerja yang kurang baik. Berdasarkan hasil penilaian risiko, ditemukan kategori risiko rendah, sedang, dan tinggi yang memerlukan prioritas pengendalian berbeda. Pengendalian yang direkomendasikan meliputi penyempurnaan prosedur kerja, penggunaan alat pelindung diri, pemasangan pelindung mesin, peningkatan pelatihan operator, serta penerapan inspeksi dan pemeliharaan berkala. Implementasi rekomendasi tersebut diharapkan mampu menurunkan risiko kecelakaan kerja serta meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan PT. XYZ.