Evolusi dunia digital telah mengubah cara berkomunikasi masyarakat dari penerima informasi menjadi penghasil informasi yang aktif. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana cara transformasi jurnalisme warga dalam memproduksi serta mendistribusikan informasi lokal lewat media sosial Facebook di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dalam penelitian ini, diterapkan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital, wawancara mendalam, dan dokumentasi berkaitan dengan kegiatan grup Facebook lokal di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini melibatkan enam informan utama, yang terdiri dari admin grup Facebook lokal, jurnalis media daring, pejabat pemerintah daerah, aktivis pemuda, serta anggota masyarakat yang aktif menggunakan media sosial Facebook. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa, media sosial Facebook telah menjadi platform publik digital utama bagi masyarakat pesisir dalam mendapatkan informasi, memproduksi, dan mendistribusikan informasi ditingkat lokal. Praktek jurnalisme warga muncul karena faktor kedekatan emosional masyarakat dengan isu-isu lokal, lambatnya media profesional dalam mengatasi isu daerah, serta meningkatnya budaya partisipasi masyarakat digital. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa jurnalisme warga tidak hanya berperan sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga sebagai alat pengawasan sosial terhadap pemerintah daerah tersebut. Namun demikian, kemajuan jurnalisme warga juga menimbulkan masalah serius berupa lemahnya verifikasi informasi, meningkatnya disinformasi, serta hilangnya batas antara fakta dan opini. Penelitian ini menunjukkan bahwa, Jurnalisme warga di daerah berperan sebagai aktor krusial dalam membangun opini publik lokal di zaman media digital.