Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Pengukuran Drone dan Model Empiris dalam Evaluasi dan Prediksi Flyrock pada Peledakan Quarry Riam Marlina; M. Giatman
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/zk0gaf31

Abstract

Kegiatan peledakan dalam operasi penambangan terbuka perlu dikendalikan secara aman dan efektif, khususnya dalam pengelolaan flyrock yang merupakan salah satu bahaya utama pada aktivitas peledakan. Penelitian ini dilaksanakan di Bukit Tapuan Quarry PT Bukit Asam, Tbk. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas rancangan peledakan existing serta memperkirakan jarak lemparan flyrock dengan menggunakan metode empiris Ebrahim Ghasemi (2012) dan Richard & Moore (2005). Data jarak aktual diperoleh melalui rekaman video drone yang dianalisis menggunakan perangkat lunak Video Tracker, sedangkan parameter teknis peledakan dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan dan dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak flyrock aktual mencapai rata-rata 64 meter, melebihi batas aman perusahaan yang ditetapkan sebesar 35 meter. Hasil prediksi dengan metode Ghasemi menunjukkan jarak rata-rata 69 meter, sementara metode Richard & Moore pada parameter cratering menghasilkan nilai sebesar 38 meter. Berdasarkan analisis regresi, parameter stemming menunjukkan pengaruh paling besar terhadap jarak flyrock dengan nilai R² sebesar 0,8128 (81,28%). Rata-rata Scaled Depth of Burial (SDoB) sebesar 1,32 menunjukkan bahwa energi peledakan berada dalam kategori terkontrol, meskipun kondisi aktual di lapangan masih memperlihatkan adanya flyrock yang melebihi batas aman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain peledakan perlu dioptimalkan, terutama pada aspek stemming, powder column, dan kondisi lubang ledak, agar radius aman peledakan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh PT Bukit Asam, Tbk
Integrasi Pengukuran Drone dan Model Empiris dalam Evaluasi dan Prediksi Flyrock pada Peledakan Quarry Riam Marlina; M. Giatman
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/zk0gaf31

Abstract

Kegiatan peledakan dalam operasi penambangan terbuka perlu dikendalikan secara aman dan efektif, khususnya dalam pengelolaan flyrock yang merupakan salah satu bahaya utama pada aktivitas peledakan. Penelitian ini dilaksanakan di Bukit Tapuan Quarry PT Bukit Asam, Tbk. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas rancangan peledakan existing serta memperkirakan jarak lemparan flyrock dengan menggunakan metode empiris Ebrahim Ghasemi (2012) dan Richard & Moore (2005). Data jarak aktual diperoleh melalui rekaman video drone yang dianalisis menggunakan perangkat lunak Video Tracker, sedangkan parameter teknis peledakan dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan dan dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak flyrock aktual mencapai rata-rata 64 meter, melebihi batas aman perusahaan yang ditetapkan sebesar 35 meter. Hasil prediksi dengan metode Ghasemi menunjukkan jarak rata-rata 69 meter, sementara metode Richard & Moore pada parameter cratering menghasilkan nilai sebesar 38 meter. Berdasarkan analisis regresi, parameter stemming menunjukkan pengaruh paling besar terhadap jarak flyrock dengan nilai R² sebesar 0,8128 (81,28%). Rata-rata Scaled Depth of Burial (SDoB) sebesar 1,32 menunjukkan bahwa energi peledakan berada dalam kategori terkontrol, meskipun kondisi aktual di lapangan masih memperlihatkan adanya flyrock yang melebihi batas aman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain peledakan perlu dioptimalkan, terutama pada aspek stemming, powder column, dan kondisi lubang ledak, agar radius aman peledakan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh PT Bukit Asam, Tbk
Adapted overall equipment effectiveness for evaluating loading and hauling equipment performance in open-pit coal overburden removal Raihan Mhd Indrawan; Riam Marlina; Jukepsa Andas; Rizto Salia Zakri
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2026): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036932000

Abstract

Proper equipment functioning is essential to achieving overburden-removal targets in open-pit coal mining, yet independent assessments of Overall Equipment Effectiveness (OEE) for loading-hauling fleets at small Indonesian coal contractor operations remain scarce. This single-site, single-period descriptive case study quantified the productivity of one excavator and four dump trucks engaged in overburden-removal work at BBMM, Jambi, Indonesia, and simulated the potential productivity gain from raising OEE to the 85% world-class benchmark. Cycle times were sampled from ten independent field observations per hauling unit and four documented sub-phases per loading cycle, cross-checked against company production records. Primary data (cycle time, effective working hours) and secondary data (production targets, equipment records) collected in June 2025 were analyzed descriptively using an adapted OEE formulation (Availability × Utilization × Speed × Bucket Fill Factor) suited to BELT (belt-based excavating, loading, and transport) equipment, followed by scenario-based simulation at 85% OEE. Actual overburden production reached 213,566.96 BCM against a target of 216,036.00 BCM, a shortfall of 2,469.04 BCM (98.86% achievement). Adapted-OEE values across all units ranged from 71.2% to 75.2%, below the 85% benchmark, with utilization identified as the primary limiting factor. The 85% OEE scenario indicated potential productivity gains of up to 8,341 BCM/month for the excavator and 1,606–2,268 BCM/month for the dump trucks, corresponding to a 13–19% possible monthly production increase over current performance. Utilization losses, rather than mechanical unavailability, were found to be the main constraint on fleet efficiency, suggesting that targeted dispatching, reduced standby time, and effective-hour management offer greater production leverage than expanding maintenance staffing. This study offers a diagnostic approach applicable to similar small-fleet coal contractors facing overburden-removal shortfalls.