Gula kristal putih adalah produk utama dari setiap pabrik gula. Agar visi dan misi tercapai, Pabrik Gula harus mengatur dan menjaga kualitas produksi agar tetap berkualitas baik. Masih ada kemungkinan bahwa kualitas gula kristal putih yang dihasilkan tidak terkendali meskipun nira yang dihasilkan dari tahapan proses produksi sebelumnya terkendali. Peranan pengendalian kualitas sangat penting dalam menjaga kualitas produksi gula. Suatu analisis statistika yang dapat digunakan dalam mengendalikan kualitas produksi adalah grafik kendali multivariat T2 Hotelling yaitu untuk proses pengendalian secara bersama-sama dengan dua atau lebih karakteristik kualitas. Kemudian dilakukan analisa kapabilitas proses untuk mengetahui kapabilitas proses produksi. Data yang digunakan adalah persentase brix dan pol gula kristal putih yang diambil pada tanggal 22 Mei 2022 sampai dengan 22 Juni 2022 saat musim giling 2022. Berdasarkan grafik T2 Hotelling dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa terdapat proses produksi gula kristal putih yang belum terkendali secara statistik di mana dilihat dari pengamatan yang berada di luar batas pengendali atas. Analisis kapabilitas proses multivariat produksi gula kristal putih memiliki nilai lebih dari 1.33 maka dapat dijelaskan bahwa proses produksi gula kristal putih memiliki kapabilitas proses yang baik.