ABSTRACT This study aims to analyze the relationship between work motivation and nurse performance at the Inpatient Installation of Sukma Wijaya Hospital in Sampang in 2025. Nurse performance plays a crucial role in determining the quality of healthcare services provided to patients. Work motivation is an important factor that influences nurse performance, which is related to both internal (intrinsic) and external (extrinsic) factors. The research method used is a quantitative approach with a descriptive correlational design. The sample consists of 36 nurses working in the Inpatient Installation, selected using a census sampling technique. Data was collected using questionnaires measuring work motivation based on Herzberg's theory and nurse performance based on Locke's theory. Data analysis using Pearson's correlation test showed a significant relationship between work motivation and nurse performance (r = 0.747, p-value = 0.000). The results indicate that higher work motivation leads to better nurse performance. Work motivation contributes 55.80% to nurse performance, while the remaining 44.20% is influenced by other factors such as skills, abilities, and the work environment. This study recommends that hospitals pay attention to factors influencing work motivation and create policies that support nurses' welfare and career development to improve the quality of healthcare services. Keywords: Work Motivation, Nurse Performance, Hospital, Policies, Work Environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara motivasi kerja dan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Sukma Wijaya Sampang pada tahun 2025. Kinerja perawat sangat berperan dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Motivasi kerja merupakan faktor penting yang mempengaruhi kinerja perawat, yang berhubungan dengan faktor internal (intrinsik) dan eksternal (ekstrinsik). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini terdiri dari 36 perawat yang bekerja di Instalasi Rawat Inap, yang diambil dengan teknik census sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur motivasi kerja berdasarkan teori Herzberg dan kinerja perawat berdasarkan teori Locke. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat (r = 0,747, p-value = 0,000). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi kerja, semakin tinggi pula kinerja perawat. Faktor motivasi kerja berkontribusi sebesar 55,80% terhadap kinerja perawat, sementara 44,20% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kemampuan, keterampilan, dan dukungan lingkungan kerja. Penelitian ini menyarankan agar rumah sakit memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja dan menciptakan kebijakan yang mendukung kesejahteraan dan pengembangan karier perawat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Kinerja Perawat, Rumah Sakit, Kebijakan, Lingkungan Kerja.