ABSTRACT Perineal wounds are a common condition resulting from vaginal delivery, either due to episiotomy or spontaneus perineal tears. If not properly managed, perineal wounds may reduce maternal health and quality of life. Cinnamon ( Cinnamommun burmanii ) contains active compounds such as flavonoid, tannins and saponins that possess antibacterial and antimicrobial properties, thereby having potential to accelerate wound healing. This study involved two groups, an intervention group and a control group, each consisting of 23 respondents. REEDA scores were measured on days 1, 3, 5, and 7 postpartum. Normality testing showed that the data were not normally distributed (p 0.05), therefore the Mann-Whitney and Friedman tests were used for analysis. Respondent characteristics (age, nutritional status, vulva hygiene) were analyzed using the Chi-Square test. The baseline characteristics of both groups were comparable (age p = 1.000, parity p = 0.351, vulva hygiene p = 1.000). The Friedman test showed significant changes in REEDA scores across the observation days (p = 0.000). The Mann-Whitney test indicated no significant difference in REEDA scores on day 1 (p = 0.121), but significant differences were observed on day 3 (p = 0.000), day 5 (p = 0.000), and day 7 (p = 0.000), with the intervention group demonstrating lower REEDA scores and faster wound healing. The intervention was proven to be effective in accelerating perineal wound healing, indicated by significantly faster reductions in REEDA scores starting from day 3. Keywords: Perineal Wound, Postpartum, Wound Healing, REEDA, Vulva Hygiene. ABSTRAK Luka perineum merupakan kondisi yang umum terjadi akibat proses persalinan pervaginam baik karena episiotomi maupun robekan spontan. Apabila tidak ditangani dengan baik luka perineum dapat menurunkan kualitas kesehatan ibu. Kayu manis (cinnamommun burmanii) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki sifat antibakteri dan antimikroba sehingga berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas patch transdermal ekstrak kayu manis terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Penelitian ini menggunakan desain true experimenal dengan rancangan group pretest- posttest with control group. Pengambilan sampel dlakukan secara acak dengan jumlah sampel sampel 46 orang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Subjek penelitian ini adalah ibu postpartum dengan ruptur perineum derajat II yang telah dilakukan penjahitan. Kelompok intervensi diberikan patch transdermal ekstrak kayu manis dengan dosis 300 mg ekstrak kayu manis dengan kandungan flavonoid 0,84 mg ,dua kali sehari selama 7 hari sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar. Penilaian penyembuhan luka perineum dengan skala REEDA pada hari ke-1, 3, 5, dan 7. Analisis menggunakan uji Mann-Whitney dan Friedman karena data berdistribusi tidak normal. Karakteristik responden dianalisis menggunakan Chi-Square.Karakteristik dasar responden pada kedua kelompok setara (usia p = 1,000, paritas p = 0,351, vulva hygiene p = 1,000). Uji Friedman menunjukkan perubahan skor REEDA yang signifikan selama periode pengamatan (p = 0,000). Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan skor REEDA pada hari ke-1 (p = 0,121), namun perbedaan signifikan mulai terlihat pada hari ke-3 (p = 0,000), hari ke-5 (p = 0,000), dan hari ke-7 (p = 0,000), dengan skor REEDA kelompok intervensi lebih rendah. Hasil penelitian patch transdermal eksrak kayu manis dengan dosis 300 mg dengan kandungan 0.84 mg flavonoid terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka perineum yang ditunjukkan denganpenurunan skor REEDA yang lebih cepat dan berbeda signifikan sejak hari ke-3. Kata Kunci: Luka Perineum, Post Partum, Penyembuhan Luka, REEDA, Vulva Hygiene.