ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic disease with a rising global prevalence. While research has long focused on biomedical aspects, cultural and educational dimensions are increasingly recognized as critical in shaping patient behavior, lifestyle, and adherence to therapy. This study analyzes publication trends and cultural perspectives in diabetes mellitus research from 2015 to 2025, highlighting the shift from biomedical approaches toward multidisciplinary perspectives. A bibliometric analysis was conducted using the Scopus database with the keywords culture AND knowledge AND diabetes mellitus. A total of 404 articles meeting inclusion criteria were analyzed with VOSiewer to map keyword networks, temporal distribution, and thematic intensity. Visualizations included network, overlay, and density analyses. Publication output fluctuated across the decade, peaking in 2022 (51 articles). The United States contributed the highest number of publications (125), followed by India, the United Kingdom, and China. Network analysis identified five major clusters: health education and lifestyle, clinical risk factors, biochemical aspects and insulin therapy, patient and healthcare professional education, and diabetes complications. Overlay visualization revealed a temporal shift from biomedical dominance (glucose, insulin, complications) toward behavioral and cultural approaches (self-care, health knowledge, ethnology, education). Diabetes research increasingly emphasizes patient empowerment and adaptation to socio-cultural contexts. Current management strategies highlight education, healthy lifestyles, and culturally sensitive interventions. These findings support evidence-based health policy development and provide recommendations for future research to strengthen preventive and holistic approaches in diabetes care. Keywords: Diabetes Mellitus, Cultural Perspective, Bibliometric Analysis. ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Selama beberapa dekade, penelitian lebih banyak berfokus pada aspek biomedis, namun dimensi budaya dan edukasi semakin diakui sebagai faktor penting dalam membentuk perilaku pasien, gaya hidup, serta kepatuhan terhadap terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi dan perspektif budaya dalam penelitian diabetes melitus periode 2015–2025, serta menyoroti pergeseran fokus dari pendekatan biomedis menuju pendekatan multidisipliner.Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan basis data Scopus dengan kata kunci culture AND knowledge AND diabetes mellitus. Sebanyak 404 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSiewer untuk memetakan jaringan kata kunci, distribusi temporal, dan intensitas tema. Visualisasi dilakukan dengan metode network, overlay, dan density. Hasil: Jumlah publikasi berfluktuasi dengan puncak produktivitas pada tahun 2022 (51 artikel). Amerika Serikat menjadi negara dengan publikasi terbanyak (125), diikuti India, Inggris, dan China. Analisis jaringan mengidentifikasi lima kluster utama: edukasi kesehatan dan gaya hidup, faktor risiko klinis, aspek biokimia dan terapi insulin, pendidikan pasien dan tenaga kesehatan, serta komplikasi diabetes. Visualisasi overlay menunjukkan pergeseran fokus dari dominasi biomedis (glukosa, insulin, komplikasi) menuju pendekatan edukatif dan budaya (self-care, health knowledge, ethnology, education). Penelitian diabetes melitus dalam dekade terakhir semakin menekankan pemberdayaan pasien dan adaptasi terhadap konteks sosial budaya lokal. Strategi pengelolaan kini lebih menekankan edukasi, gaya hidup sehat, serta intervensi yang sensitif budaya. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti dan rekomendasi penelitian lanjutan untuk memperkuat pendekatan pencegahan secara holistik. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Perspektif Budaya, Bibliometrik.