ABSTRACT The prevalence of hypertension continues to increase worldwide, including in Indonesia. Hypertension is defined as an elevation of systolic blood pressure of at least 140 mmHg or diastolic blood pressure of at least 90 mmHg. This study aimed to determine the waist circumference of patients at the Outpatient Clinic of Ibnu Sina Hospital Makassar in 2025, to identify their blood pressure levels, and to examine the relationship between waist circumference and blood pressure. The study employed a descriptive-analytic design with a cross-sectional approach and involved 93 respondents. Waist circumference was measured using a standard measuring tape, while blood pressure was assessed with a sphygmomanometer following proper procedures. Data were analyzed using descriptive statistics and correlation tests. The results showed that 74 respondents (79.6%) had waist circumferences classified as central obesity, while 19 respondents (20.4%) were within the normal category. For blood pressure, 28 respondents (30.1%) were categorized as grade 2 hypertension and 20 respondents (21.5%) as grade 1 hypertension, with only a small proportion having normal blood pressure. The analysis indicated a positive relationship between waist circumference and blood pressure, where an increase in waist circumference corresponded with an increase in blood pressure. Keywords: Waist Circumference, Blood Pressure, Central Obesity, Hypertension. ABSTRAK prevalensi hipertensi terus meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan darah diastolik sedikitnya 90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui lingkar pinggang pasien di Poliklinik Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2025, mengetahui tekanan darah pasien di Poliklinik Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2025, mengetahui hubungan antara lingkar pinggang dengan tekanan darah pada pasien di Poliklinik Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 93 responden. Pengukuran lingkar pinggang dilakukan dengan pita ukur standar, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer sesuai prosedur. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 74 orang (79,6%) memiliki lingkar pinggang tergolong obesitas sentral, sedangkan 19 orang (20,4%) berada pada kategori normal. Pada variabel tekanan darah, sebanyak 28 orang (30,1%) tergolong hipertensi derajat 2 dan 20 orang (21,5%) hipertensi derajat 1, sementara hanya sebagian kecil yang memiliki tekanan darah normal. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara lingkar pinggang dan tekanan darah, di mana peningkatan lingkar pinggang berbanding lurus dengan peningkatan tekanan darah. Kata Kunci: Lingkar Pinggang, Tekanan Darah, Obesitas Sentral, Hipertensi.