Heni Tibaly
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pattimura, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Berpidato pada Siswa Kelas V SD Inpres 27 Ambon Heni Tibaly; Ribka Lemi Ririhena; Sarah Sahetapy
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 14 No 1 (2026): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol14issue1page284-293

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbicara pada siswa kelas V SD Inpres 27 Ambon. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah melalui berpidato dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas V SD Inpres 27 Ambon?. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berbicara melalui berpidato pada siswa kelas V SD Inpres 27 Ambon. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru di dalam kelas sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan memperbaiki kinerja sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data yang diperoleh, dianalisis dengan menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperoleh. Tes awal memperoleh 63,10 termasuk katagori cukup, siklus 1 meningkat menjadi 69,45 termasuk katagori cukup, siklus II meningkat menjadi 80,00 dengan katagori baik. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa berpidato dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas V. Dapat disimpulkan bahwa berpidato dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas V SD Inpres 27 Ambon, hal ini berdasarkan dari hasil tes setiap siklus, yaitu pada siklus I siswa memperoleh kriteria ketuntasan minimal (KKM) ≥70 sebanyak 10 siswa dengan dengan presentase 50% sendangkan pada siklus II terjadi peningkatan, siswa memperoleh kriteria ketuntasan minimal (KKM) ≥70 sebanyak 20 siswa dengan dengan presentase 100%.