Wawan Shokib Rondli
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muria Kudus, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Media Pop Up Book Terhadap Pemahaman Konsep Pendidikan Pancasila Pada Siswa Kelas IV SD 1 Loram Kulon Putri Zidni Nabila; Wawan Shokib Rondli; Khamdun Khamdun
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 14 No 1 (2026): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol14issue1page255-269

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan rendahnya pemahaman konsep siswa, dimana pada saat pra penelitian hanya mencapai 22% siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya media pembelajaran yang menarik dan mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar. Media Pop Up Book dipilih karena memiliki tampilan visual tiga dimensi yang menarik, sehingga dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih baik serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Pre eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design yang melibatkan 25 siswa kelas IV sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 48,80 meningkat menjadi 84,64 pada posttest. Hasil uji Paired Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dengan demikian, penggunaan media Pop Up Book memberikan perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman konsep Pendidikan Pancasila pada materi penerapan nilai-nilai Pancasila di kelas IV SD 1 Loram Kulon.