Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan sistem pembayaran masyarakat menuju transaksi non-tunai (cashless), khususnya di kalangan mahasiswa. Literasi keuangan dan gaya hidup digital merupakan faktor yang diduga memengaruhi perilaku mahasiswa dalam memanfaatkan berbagai layanan pembayaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup digital terhadap perilaku cashless pada mahasiswa INABA, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa aktif INABA yang telah menggunakan sistem pembayaran digital. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap perilaku cashless. Mahasiswa yang memiliki pemahaman keuangan yang baik cenderung lebih bijaksana dalam memanfaatkan layanan pembayaran digital serta mampu mengelola transaksi secara lebih bertanggung jawab. Selain itu, gaya hidup digital juga memberikan pengaruh positif terhadap perilaku cashless. Semakin tinggi pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari, semakin tinggi pula kecenderungan mahasiswa menggunakan sistem pembayaran non-tunai. Secara bersama-sama, literasi keuangan dan gaya hidup digital berkontribusi dalam membentuk perilaku cashless mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman keuangan serta pemanfaatan teknologi digital dapat mendorong penggunaan transaksi non-tunai yang lebih efektif dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan edukasi literasi keuangan serta bagi penyedia layanan keuangan digital dalam mengembangkan layanan yang lebih aman, mudah digunakan, dan mampu mendukung terciptanya perilaku keuangan yang sehat di kalangan mahasiswa.