Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan representasi matematis dalam membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak, khususnya pada materi persamaan linear. Namun demikian, berbagai temuan menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam mengoordinasikan berbagai bentuk representasi, sehingga berdampak pada munculnya miskonsepsi dan pemahaman yang tidak utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil representasi matematis siswa SMP dalam memahami konsep persamaan linear pada tiga bentuk representasi: visual, simbolik, dan verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas VIII di salah satu sekolah menengah pertama. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan representasi matematis dan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa bervariasi pada ketiga indikator tersebut. Siswa menunjukkan performa yang relatif baik pada representasi simbolik, namun mereka menghadapi hambatan signifikan pada representasi visual dan verbal, terutama dalam mentranslasikan masalah kontekstual ke dalam grafik yang akurat serta menjelaskan ide matematis secara formal. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesenjangan representasi siswa berkaitan erat dengan pemahaman konseptual mereka pada materi persamaan linear. Penelitian ini memberikan dasar diagnostik bagi guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih terintegrasi guna meningkatkan fleksibilitas representasi siswa.