Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Inovasi Produk Sebagai Strategi Peningkatan Daya Saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah Sektor Kuliner di Kota Makassar Harwin Harwin
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 1 (2025): Nopember 2025, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i1.1041

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner berperan sebagai elemen fundamental dalam ekonomi kreatif, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memainkan peran penting dalam penciptaan lapangan kerja, terutama di kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi produk sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing UMKM kuliner di Kota Makassar. Dalam konteks persaingan yang semakin ketat, khususnya di sektor kuliner yang terus berkembang dengan adanya perubahan preferensi konsumen, inovasi produk menjadi faktor yang sangat penting. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan yang dilibatkan terdiri dari pemilik UMKM kuliner, konsumen, serta pihak-pihak terkait yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Setelah itu, data yang terkumpul dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk yang diterapkan oleh UMKM kuliner di Kota Makassar mencakup beberapa aspek, yaitu pengembangan variasi menu, peningkatan kualitas rasa, inovasi dalam kemasan, serta pemanfaatan media digital untuk promosi produk. Inovasi-inovasi tersebut terbukti berhasil meningkatkan minat konsumen, memperluas pangsa pasar, dan memperkuat posisi UMKM dalam kompetisi di sektor kuliner. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa inovasi produk merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing UMKM kuliner di Kota Makassar, dari perspektif kualitas produk, pemasaran, maupun keberlanjutan usaha.
Inovasi Produk Sebagai Strategi Peningkatan Daya Saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah Sektor Kuliner di Kota Makassar Harwin Harwin
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 1 (2025): Nopember 2025, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i1.1041

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner berperan sebagai elemen fundamental dalam ekonomi kreatif, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memainkan peran penting dalam penciptaan lapangan kerja, terutama di kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi produk sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing UMKM kuliner di Kota Makassar. Dalam konteks persaingan yang semakin ketat, khususnya di sektor kuliner yang terus berkembang dengan adanya perubahan preferensi konsumen, inovasi produk menjadi faktor yang sangat penting. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan yang dilibatkan terdiri dari pemilik UMKM kuliner, konsumen, serta pihak-pihak terkait yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Setelah itu, data yang terkumpul dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk yang diterapkan oleh UMKM kuliner di Kota Makassar mencakup beberapa aspek, yaitu pengembangan variasi menu, peningkatan kualitas rasa, inovasi dalam kemasan, serta pemanfaatan media digital untuk promosi produk. Inovasi-inovasi tersebut terbukti berhasil meningkatkan minat konsumen, memperluas pangsa pasar, dan memperkuat posisi UMKM dalam kompetisi di sektor kuliner. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa inovasi produk merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing UMKM kuliner di Kota Makassar, dari perspektif kualitas produk, pemasaran, maupun keberlanjutan usaha.
Model Integratif Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Gowa Harwin Harwin
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.1042

Abstract

Pengembangan kewirausahaan di Kabupaten Gowa masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya kemampuan pelaku UMKM dalam manajemen usaha, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital, serta keterbatasan akses permodalan, pendampingan, dan jaringan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model integratif pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Gowa. Kabupaten Gowa memiliki beragam potensi lokal, seperti sektor pertanian, perkebunan, kerajinan, dan kuliner tradisional yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif dan berdaya saing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan survei deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), aparat pemerintah daerah, serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan kewirausahaan. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal di Kabupaten Gowa memerlukan model integratif yang mencakup pemetaan potensi unggulan daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses permodalan, pendampingan usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan jaringan pemasaran. Model ini mampu mendorong tumbuhnya wirausaha lokal yang inovatif dan berkelanjutan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi model pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal di Kabupaten Gowa.
Model Integratif Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Gowa Harwin Harwin
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.1042

Abstract

Pengembangan kewirausahaan di Kabupaten Gowa masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya kemampuan pelaku UMKM dalam manajemen usaha, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital, serta keterbatasan akses permodalan, pendampingan, dan jaringan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model integratif pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Gowa. Kabupaten Gowa memiliki beragam potensi lokal, seperti sektor pertanian, perkebunan, kerajinan, dan kuliner tradisional yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif dan berdaya saing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan survei deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), aparat pemerintah daerah, serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan kewirausahaan. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal di Kabupaten Gowa memerlukan model integratif yang mencakup pemetaan potensi unggulan daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses permodalan, pendampingan usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan jaringan pemasaran. Model ini mampu mendorong tumbuhnya wirausaha lokal yang inovatif dan berkelanjutan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi model pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal di Kabupaten Gowa.