Latar Belakang: TB paru adalah salah satu isu kesehatan utama di Indonesia. Tantangan utama pengobatan TB adalah ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat yang dapat mengakibatkan resistensi dan kegagalan pengobatan. Salah satu faktor penyebabnya adalah durasi pengobatan TB yang panjang, sehingga banyak pasien yang keluar dari perawatan. Survei Kesehatan 2023 di Indonesia mengungkapkan bahwa tingkat ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat mencapai 28,42%. Tujuan: Untuk meningkatkan pemahaman mengenai kepatuhan pengobatan pada pasien TB Paru. Metode: Studi ini adalah analisis deskriptif yang berfokus pada dua pasien, yaitu pasien Ny. R dan Ny. P. menghadapi masalah kurangnya pemahaman mengenai pengobatan TB Paru. Hasil: kegiatan dilaksanakan dari tanggal 06 Januari sampai 1 Januari 2026, Penelitian dilakukan melalui edukasi langsung menggunakan audio visual yang memuat informasi tentang TB paru serta pentingnya kepatuhan dalam terapi dan minum obat. Pada 2 pasien dengan kasus TB, terlihat adanya peningkatan pengetahuan serta kepatuhan Klien dalam mengonsumsi obat. Sebelum dilakukannya intervensi, Subjek 1 dan 2 mencatat skor 0. Usai edukasi menggunakan media audio visual, nilai Subjek 1 naik menjadi 4 dan nilai Subjek 2 menjadi 5. Keduanya menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap pengobatan. Kesimpulan: Media audio visual dalam pendidikan kesehatan efektif untuk meningkatkan kepatuhan pasien TB paru dalam mengonsumsi obat. Disarankan agar media audio visual dimanfaatkan secara terus-menerus sebagai bagian dari program pendidikan rutin di Puskesmas Rambangaru untuk mendukung keberhasilan pengobatan TB paru. Saran: Pemanfaatan media audio visual berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien TB paru, didukung oleh partisipasi keluarga dalam pengawasan konsumsi obat, serta keterlibatan aktif petugas kesehatan dalam memberikan pendidikan sesuai prosedur operasional standar (SOP).