Kemampuan membaca permulaan yang belum optimal pada siswa kelas I sekolah dasar masih menjadi kendala yang berdampak luas terhadap keberhasilan belajar di berbagai mata pelajaran. Kondisi ini teridentifikasi di SDN 2 Tamansari dan SDN 3 Tamansari, di mana proses pembelajaran membaca masih berlangsung konvensional tanpa dukungan media yang konkret dan interaktif. Penelitian ini bertujuan mengungkap pengaruh media pembelajaran Pohon Pintar (POPIN) terhadap keterampilan membaca permulaan murid kelas I di kedua sekolah tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) tipe nonequivalent control group design, melibatkan 65 siswa kelas I yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (35 siswa SDN 3 Tamansari) dan kelompok kontrol (30 siswa SDN 2 Tamansari) melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan lewat tes lisan pretest-posttest yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, didukung lembar observasi selama proses pembelajaran. Hasil analisis menggunakan Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai U = 7.000, Z = -7,059, dan signifikansi < 0,001 (p < 0,05), dengan ukuran efek (effect size) r = 0,904 yang tergolong sangat besar. Temuan ini membuktikan adanya perbedaan signifikan antara keterampilan membaca permulaan siswa yang belajar menggunakan media POPIN dengan siswa yang tidak menggunakannya, tercermin dari rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen (93,93) yang jauh melampaui kelompok kontrol (70,83). Selain meningkatkan capaian kognitif pada empat indikator membaca huruf vokal, huruf konsonan, suku kata, dan kata media POPIN juga terbukti mendorong motivasi dan keaktifan belajar siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa media POPIN merupakan alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengatasi persoalan rendahnya keterampilan membaca permulaan di kelas awal sekolah dasar melalui pendekatan belajar yang lebih konkret, menarik, dan interaktif.