Maryam Maryam
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Kesejahteraan Sosial Studi Penanggulangan Eksploitasi Anak sebagai Pengemis Sri Damayanti; Maryam Maryam; Muhammad Hasyim; Nazaruddin Nazaruddin; Arinanda Arinanda
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Politics, Governance, and Administration (JPGA)
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i2.23.2025

Abstract

The exploitation of children as beggars in Lhokseumawe City poses a significant challenge to the implementation of social welfare policy mandated by Aceh Qanun No. 11 of 2013. This study aims to dissect the policy's implementation model by focusing on three core pillars: rehabilitation programs, inter-agency synergy, and social assistance mechanisms. Employing a qualitative approach, data were gathered through in-depth interviews with key policy-implementing actors from the Social Service Agency, Public Order Agency (Satpol PP), and the Office for Women's Empowerment and Child Protection (DP3A). The findings reveal a complex and paradoxical implementation model. Rehabilitation programs, while discursively framed within social investment rhetoric, function more as protective emergency mechanisms in practice. Inter-agency synergy proves effective yet fragile, as it relies on informal relational networks rather than an institutionalized system. Furthermore, the intervention's overarching focus on saving individual children inadvertently overlooks the structural reproduction of poverty at the family level, revealing a constant compromise between policy idealism and field realities. Abstrak Eksploitasi anak sebagai pengemis di Kota Lhokseumawe menantang implementasi kebijakan kesejahteraan sosial yang diamanatkan oleh Qanun Aceh No. 11 Tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk membedah model implementasi kebijakan tersebut, dengan berfokus pada tiga pilar utama: program rehabilitasi, sinergi antar aktor, dan mekanisme bantuan sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para aktor kunci pelaksana kebijakan dari Dinas Sosial, Satpol PP, dan DP3A. Hasil penelitian mengungkap sebuah model implementasi yang kompleks dan penuh paradoks. Program rehabilitasi, meski berlandaskan retorika investasi sosial, dalam praktiknya lebih berfungsi sebagai mekanisme protektif darurat. Sinergi antar aktor terbukti efektif, namun rapuh karena bertumpu pada jejaring relasional informal, bukan sistem yang terlembaga. Lebih lanjut, keseluruhan intervensi yang berfokus pada penyelamatan individu anak secara tidak langsung mengabaikan masalah reproduksi kemiskinan struktural di tingkat keluarga, menunjukkan sebuah kompromi konstan antara idealisme kebijakan dengan realitas lapangan.
Transformasi Destinasi Wisata Bantayan Seunuddon Aceh Utara Berbasis Potensi Lokal Sri Rizki Sukma; Maryam Maryam; Aflia Riski
Journal of Politics, Governance, and Administration Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Politics, Governance, and Administration (JPGA)
Publisher : Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh (LaKaspia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jpga.v1i2.30.2025

Abstract

This study aims to analyze the transformation of Bantayan tourism destination in Seunuddon Subdistrict, North Aceh Regency, based on local community potential. This phenomenon is significant since, despite Bantayan’s natural attractiveness, its tourism development remains suboptimal due to weak promotion and limited community-based innovation. The study employed a qualitative descriptive approach using field study methods, involving village officials, tourism managers, traders, and visitors as key informants. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using data reduction and triangulation techniques. The findings indicate that Bantayan’s tourism transformation consists of three main dimensions: strengthening local potential through community participation, improving tourism facilities and accessibility, and promoting innovation through digital media. However, the main obstacles lie in limited funding, low human resource competence, and the absence of specific regulations supporting sustainable tourism development. This research highlights the importance of collaboration among local government, tourism managers, and the community to achieve inclusive and sustainable tourism transformation based on local potential. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi destinasi wisata Bantayan di Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, berdasarkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat setempat. Fenomena ini menarik dikaji karena meskipun Bantayan memiliki daya tarik alam yang potensial, perkembangan pariwisatanya belum optimal akibat lemahnya promosi dan minimnya inovasi berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan, melibatkan informan dari aparatur desa, pengelola wisata, pedagang, dan pengunjung. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik reduksi dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi wisata Bantayan mencakup tiga dimensi utama: penguatan potensi lokal melalui partisipasi masyarakat, peningkatan fasilitas dan aksesibilitas wisata, serta inovasi promosi berbasis media digital. Namun, hambatan utama masih terdapat pada keterbatasan anggaran, rendahnya kompetensi sumber daya manusia, dan belum adanya regulasi khusus yang mendukung pengembangan wisata berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat dalam mendorong transformasi pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan berbasis potensi lokal.