M. Khoirul Hadi al Asyari
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Islam dan Ekopedagogi Abdurrahman Wahid untuk Pembentukan Karakter Ekologis di Tengah Krisis Lingkungan Indonesia Nurul Atikoh; M. Khoirul Hadi al Asyari; Ainus Sicha
Educalia: Journal of Educational Research Vol 5 No 2 (2026): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v5i2.375

Abstract

The escalating environmental crisis manifested in floods, landslides, and air pollution demands that Islamic education go beyond moral character formation toward the development of ecological character. In this context, Abdurrahman Wahid’s (Gus Dur) concept of ecopedagogy, which integrates humanism, pluralism, and ecological responsibility, offers a relevant ethical framework for contemporary Islamic education. However, a research gap remains due to the limited studies that systematically connect Gus Dur’s educational thought with ecological education, particularly within the context of Indonesia’s current environmental disasters. The novelty of this study lies in reformulating Gus Dur’s ecopedagogy as a model for ecological character formation in Islamic education that is responsive to modern environmental challenges. The urgency of this research is driven by the need for educational institutions to produce generations who act as active agents of environmental preservation rather than passive recipients of theoretical knowledge. This study employs a literature review method using a thinker-oriented analysis and theoretical synthesis. The findings indicate that Gus Dur’s humanistic, egalitarian, and environmentally ethical ecopedagogy holds strong potential as a model for addressing Indonesia’s ecological crisis through Islamic education. Abstrak Krisis lingkungan yang kian meningkat, seperti banjir, longsor, dan polusi udara, menuntut pendidikan Islam untuk tidak hanya membentuk karakter moral, tetapi juga karakter ekologis. Dalam konteks ini, gagasan ekopedagogi Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menekankan integrasi nilai kemanusiaan, keberagaman, dan tanggung jawab terhadap lingkungan menawarkan kerangka etis yang relevan. Namun, masih terdapat celah penelitian berupa minimnya kajian yang menghubungkan pemikiran pendidikan Gus Dur dengan konsep pendidikan ekologi secara sistematis, serta kurangnya analisis yang menempatkannya dalam konteks krisis ekologis kontemporer di Indonesia. Novelty penelitian ini terletak pada formulasi ekopedagogi Gus Dur sebagai model pembentukan karakter ekologis dalam pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan lingkungan modern. Urgensi kajian ini didorong oleh kebutuhan mendesak dunia pendidikan untuk melahirkan generasi yang berperan aktif dalam pelestarian alam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan analisis pemikiran tokoh dan sintesis teoretis. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekopedagogi Gus Dur berpotensi kuat menjadi model pendidikan Islam yang berorientasi pada etika lingkungan dan keberlanjutan.