Kemiskinan merupakan permasalahan yang umum dihadapi oleh keluarga nelayan akibat tingginya ketergantungan terhadap kondisi alam. Perubahan iklim yang ekstrem menimbulkan ketidakpastian ekonomi yang berdampak langsung terhadap keberlangsungan kehidupan keluarga nelayan. Dalam konteks ini, peran fungsi keluarga dan strategi nafkah menjadi penting untuk mempertahankan ketahanan dan keberlanjutan keluarga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis perbedaan karakteristik antara keluarga nelayan pemilik dan nelayan buruh, serta menganalisis pengaruh fungsi keluarga dan strategi nafkah terhadap resiliensi keluarga nelayan pemilik dan keluarga nelayan buruh. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif melalui metode survei yang dilaksanakan di Provinsi Banten. Data primer diperoleh melalui wawancara terhadap 180 istri nelayan, terdiri dari 90 istri nelayan pemilik dan 90 istri nelayan buruh. Teknik sampling yang digunakan yaitu stratified random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji beda dan uji pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi keluarga dan resiliensi keluarga berada pada kategori cukup, sedangkan strategi nafkah berada pada kategori rendah. Fungsi keluarga berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan resiliensi keluarga nelayan pemilik dan keluarga nelayan buruh, sementara strategi nafkah hanya berpengaruh positif signifikan terhadap resiliensi keluarga nelayan pemilik. Resiliensi keluarga nelayan pemilik cenderung lebih tinggi dibandingkan keluarga nelayan buruh. Secara teoretis, temuan ini memperluas kajian resiliensi keluarga dengan menegaskan bahwa mekanisme pembentukan resiliensi berbeda berdasarkan status kepemilikan sumber daya serta menunjukkan pentingnya integrasi fungsi keluarga dan strategi nafkah dalam kerangka resiliensi keluarga nelayan.