Ahmad Hanan Abdul Latief
Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS POSTUR KERJA DENGAN SNQ (STANDARD NORDIC QUESTIONNAIRE) DAN METODE ROSA (RAPID OFFICE STRAIN ASSESSMENT) PADA PEKERJA DI KANTOR PLANNING SEKSI MP&WH DEPARTEMEN MAINTENANCE PT BADAK NGL Ahmad Hanan Abdul Latief; Novie Susanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 1, No 3 (2026): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2026
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerja kantor yang bekerja duduk di depan komputer dalam waktu lama berisiko mengalami musculoskeletal disorders (MSDs) akibat postur kerja yang kurang ergonomis, namun risiko ini sering dianggap remeh dibandingkan risiko pada pekerja lapangan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keluhan otot skeletal dan tingkat risiko postur kerja pada pekerja di Kantor Planning Seksi MP&WH Departemen Maintenance PT Badak NGL, serta merumuskan rekomendasi perbaikannya. Metode yang digunakan adalah Standard Nordic Questionnaire (SNQ) untuk memetakan keluhan otot skeletal pada 21 pekerja, dan Rapid Office Strain Assessment (ROSA) untuk menilai postur kerja melalui pengamatan langsung terhadap 17 pekerja yang meliputi penilaian kursi, monitor, telepon, mouse, dan keyboard. Hasil SNQ menunjukkan seluruh 28 bagian tubuh berada pada kategori risiko rendah dengan keluhan dominan pada leher, pinggang, dan pantat. Hasil ROSA menunjukkan 9 dari 17 pekerja (52,9%) memperoleh skor akhir 6 yang termasuk kategori berisiko, terutama disebabkan oleh kedalaman dan sandaran punggung kursi yang tidak dapat disetel (nonadjustable) serta rendahnya kesadaran pekerja dalam memanfaatkan sandaran tangan dan punggung yang tersedia. Rekomendasi perbaikan yang diberikan meliputi pembaruan fasilitas kursi kerja yang adjustable serta sosialisasi dan pelatihan ergonomi perkantoran bagi pekerja.