Zakly Rachmad Tanjung
Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK KEBERSIHAN (TISU) TERHADAP PERMINTAAN KLIEN PADA PT USAHA GEDUNG MANDIRI MENGGUNAKAN METODE FORECASTING TIME SERIES DAN MIN - MAX STOCK Zainal Fanani Rosyada; Zakly Rachmad Tanjung
Industrial Engineering Online Journal Vol 1, No 3 (2026): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2026
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang sistem pengendalian persediaan yang lebih efisien terhadap produk kebersihan, khususnya produk tisu, di PT Usaha Gedung Mandiri yang memiliki peran penting dalam operasional harian pengelolaan gedung klien. Selama ini, perusahaan belum menerapkan sistem prediktif dalam menentukan jumlah persediaan, sehingga sering kali terjadi kelebihan stok (overstock) yang menimbulkan biaya simpan dan perawatan yang tinggi, serta kekurangan stok (stockout) yang menghambat pelayanan kepada klien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode peramalan (forecasting) berbasis Time Series yang terdiri dari empat metode utama, yaitu Single Moving Average (SMA), Double Moving Average (DMA), Single Exponential Smoothing (SES), dan Double Exponential Smoothing (DES). Data permintaan tahun 2024 terhadap empat jenis tisu (hand towel, tisu kotak livi, tisu rol jumbo, dan tisu rol kecil) digunakan sebagai dasar analisis. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE), metode DMA menghasilkan tingkat akurasi tertinggi untuk semua produk. Validasi dengan Moving Range menunjukkan bahwa hasil peramalan berada dalam batas kendali, sehingga dapat digunakan untuk perencanaan stok ke depan. Selain itu, dilakukan perhitungan safety stock, serta batas stok minimum dan maksimum dengan mempertimbangkan lead time selama 5 hari dan tingkat layanan (service level) sebesar 95%. Hasil penelitian memberikan rekomendasi kuantitatif yang dapat digunakan perusahaan dalam merancang sistem pemesanan ulang yang efisien dan responsif terhadap fluktuasi permintaan. Implementasi dari hasil ini diharapkan mampu menurunkan risiko kehabisan barang serta menekan biaya akibat kelebihan persediaan, sehingga tercipta efisiensi dalam pengelolaan rantai pasok internal perusahaan.