Naila Rahma Agung
Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS POSTUR KERJA DAN POTENSI BAHAYA ERGONOMI PADA PEKERJA QUALITY CONTROL DAN BEICT di PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) TBK. MENGGUNAKAN SNI 9011:2021 Naila Rahma Agung; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 1, No 3 (2026): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2026
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis postur kerja serta potensi bahaya ergonomi yang dapat menimbulkan gangguan otot rangka (Musculoskeletal Disorders/MSDs) pada pekerja di Lab Mekanika Departemen Quality Control dan Departemen BEICT (Business Enabler Information and Communication Technology) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menggunakan metode SNI 9011:2021. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung dan analisis SNI 9011:2021 yang mencakup survei keluhan gangguan otot rangka (GOTRAK), pengamatan postur kerja, dan penilaian potensi bahaya faktor ergonomi di tempat kerja untuk mengidentifikasi postur kerja yang berisiko. Hasil survei menunjukkan bahwa pekerja Lab Mekanika mengalami risiko gangguan otot rangka terutama pada punggung dan tubuh bagian bawah akibat aktivitas fisik berat dan postur kerja janggal yang dilakukan secara repetitive yaitu pada aktivitas pengambilan sampel dan proses milling. Sementara itu, pekerja di Departemen BEICT mengalami keluhan pada leher, punggung atas, dan pergelangan tangan akibat posisi duduk statis dalam jangka waktu lama serta fasilitas kerja yang tidak ergonomis. Rekomendasi perbaikan meliputi penyesuaian fasilitas kerja dengan prinsip ergonomi seperti penggunaan kursi dan meja adjustable, penataan ulang tata letak kerja, serta penerapan prosedur kerja yang mendukung variasi postur dan peregangan berkala guna meminimalkan risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs).