Sebagai pusat penghubung dan simpul jaringan transportasi darat, terminal memiliki peranan penting dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat dan menunjang operasional angkutan umum. Sebagai simpul transportasi darat utama yang terintegrasi langsung dengan Pelabuhan Penyeberangan Merak, Terminal Tipe A Terpadu Merak memegang peran strategis dalam menunjang kelancaran mobilitas antar-pulau Jawa dan Sumatera. Namun, lonjakan pergerakan penumpang, terutama pada periode sibuk seperti mudik Lebaran, Natal dan Tahun Baru serta perubahan pola perjalanan masyarakat menimbulkan tantangan signifikan terhadap kualitas fasilitas dan kinerja operasional terminal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi pelayanan Terminal Tipe A Terpadu Merak serta menetapkan urutan prioritas peningkatan kinerja operasional berdasarkan persepsi para pemangku kepentingan. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan teknik purposive sampling kepada responden ahli yang terdiri dari pengelola terminal, petugas operasional, dan pemangku kepentingan terkait. Evaluasi dilakukan berdasarkan lima kriteria utama: keselamatan dan keamanan penumpang, kenyamanan penumpang, kinerja operasional terminal, aksesibilitas dan kesetaraan terminal, pelayanan terminal. Hasil analisis menunjukan bahwa Hasil analisis menunjukkan bahwa keselamatan dan keamanan penumpang menempati bobot prioritas tertinggi di antara seluruh kriteria dengan bobot sebesar 0,277, diikuti oleh kenyamanan penumpang sebesar 0,248. Dari sisi alternatif kebijakan, modernisasi fasilitas pendukung terpilih sebagai prioritas utama dengan nilai sintesis global sebesar 0,540. Tingkat konsistensi perhitungan secara keseluruhan berada pada nilai CR sebesar 0,00877, jauh di bawah ambang batas 0,1, sehingga seluruh hasil penilaian dinyatakan valid dan konsisten. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan pengelola terminal dalam perencanaan peningkatan fasilitas Terminal Tipe A Terpadu Merak guna meningkatkan kualitas operasional pelayanan.