Perkembangan teknologi informasi mendorong peningkatan kebutuhan akan pemahaman mengenai jaringan komputer, khususnya dalam proses perancangan dan konfigurasi topologi jaringan. Salah satu media yang banyak digunakan untuk mendukung pembelajaran jaringan komputer adalah Cisco Packet Tracer, karena mampu mensimulasikan kondisi jaringan secara virtual tanpa memerlukan perangkat keras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi topologi Bus, Ring, dan Star menggunakan Cisco Packet Tracer serta membandingkan karakteristik masing-masing topologi berdasarkan hasil simulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simulasi dengan tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan topologi jaringan, konfigurasi IP Address, pengujian konektivitas menggunakan perintah ping, serta analisis hasil. Ketiga topologi dirancang menggunakan perangkat virtual berupa komputer, hub, switch, dan kabel jaringan. Proses simulasi dilakukan secara sistematis untuk memastikan setiap tahapan konfigurasi dapat berjalan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. Pendekatan simulasi dipilih karena memberikan lingkungan pembelajaran yang aman, efisien, dan mudah diterapkan tanpa memerlukan biaya pengadaan perangkat jaringan fisik yang relatif tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh topologi berhasil dikonfigurasi dengan baik sehingga setiap perangkat dapat saling berkomunikasi dalam satu jaringan. Pengujian konektivitas menggunakan perintah ping menghasilkan respons Reply pada seluruh perangkat, yang menunjukkan bahwa konfigurasi jaringan telah berhasil. Berdasarkan hasil analisis, topologi Star memiliki keunggulan dalam kemudahan konfigurasi dan pemeliharaan jaringan, sedangkan topologi Bus lebih efisien dalam penggunaan kabel. Topologi Ring memiliki mekanisme komunikasi yang teratur, namun lebih sensitif terhadap gangguan pada salah satu perangkat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami konsep dasar jaringan komputer serta penerapan simulasi jaringan menggunakan Cisco Packet Tracer. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya dalam mengembangkan simulasi jaringan yang lebih kompleks dengan melibatkan perangkat dan teknologi jaringan yang lebih beragam.